Sosiolog: Mendikbud mesti tingkatkan kompetensi guru

Sosiolog: Mendikbud mesti tingkatkan kompetensi guru

Logo Unsoed Purwokerto. (FOTO ANTARA/HO-unsoed.ac.id)

Fenomena yang terjadi, siswa memiliki wawasan makin luas. Karakter siswa lebih banyak dibentuk oleh konstruksi sosial yang disebarkan melalui media massa dan media sosial, sehingga harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru
Purwokerto (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim diharapkan terus meningkatkan program kompetensi guru, kata dosen sosiologi pendidikan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Nanang Martono.

"Peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian Mendikbud," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis.

Dia menjelaskan, problem mendasar dalam sektor pendidikan pada saat ini adalah masalah pendidikan karakter. "Pendidikan karakter menghadapi tantangan besar akibat ekspansi teknologi yang merombak kehidupan masyarakat khususnya siswa," katanya.

Dia mengakui, perkembangan teknologi bukan berarti harus dihindari namun dijadikan tantangan untuk makin memajukan sektor pendidikan.

"Teknologi jangan dihindari, namun sekolah harus mengubah teknologi sebagai teman yang aman dan nyaman. Inilah tantangan pendidikan pada era digital," katanya.

Dia mengatakan, perkembangan teknologi berdampak pada melimpahnya arus informasi yang mungkin diterima siswa.

"Fenomena yang terjadi, siswa memiliki wawasan yang makin luas, selain itu karakter siswa kemudian lebih banyak dibentuk oleh konstruksi sosial yang disebarkan melalui media massa dan media sosial, sehingga harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru," katanya.

Sebelumnya, Koordinator Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Unsoed, Edi Santoso mengharapkan Mendikbud Nadiem Makarim akan membawa "gebrakan" baru dalam sektor pendidikan agar lebih segar dan inovatif sesuai dengan perkembangan zaman.

"Nadiem Makarim merupakan kombinasi sosok muda, cerdas, kreatif, sosok seperti ini diharapkan bisa menjadi pembuat kebijakan di dunia pendidikan dengan isu besar SDM dan teknologi," katanya.

Edi menilai, penunjukan Nadiem merupakan bagian dari upaya pemerintah merespon tren digital.

"Faktanya, digitalisasi telah menciptakan disrupsi. banyak yang berubah secara fundamental," katanya.

Baca juga: Pemerintah anggarkan Rp900 miliar untuk pelatihan guru

Baca juga: Kompetensi guru persoalan utama SMK

Baca juga: Guru kesenian perlu dapat pelatihan kompetensi


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tampung festival budaya, Kemdikbud teruskan Platform Indonesiana

Komentar