Korsel tawarkan transfer teknologi, pelatihan untuk ASEAN

Korsel tawarkan transfer teknologi, pelatihan untuk ASEAN

Duta Besar Korea Selatan untuk ASEAN Lim Sung-Nam (kiri) menyampaikan paparan pada sesi diskusi terbatas yang diadakan oleh Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Jakarta, Kamis (24/10/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

"Korsel berkenan menawarkan kemampuan kami dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan kerja dan program kejuruan,"
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Korea Selatan menawarkan kerja sama transfer teknologi dan pelatihan kepada 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebagai wujud penguatan kerja sama dua pihak, kata Duta Besar Korsel untuk ASEAN Lim Sung-Nam di Jakarta, Kamis.

"Korsel berkenan menawarkan kemampuan kami dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan kerja dan program kejuruan," kata Dubes Lim dalam sesi diskusi terbatas yang diadakan oleh Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC).

Menurut Dubes Lim, Korsel memang bukan mitra ASEAN yang adidaya seperti Amerika Serikat atau negara dengan perekonomian besar seperti Jepang. Namun, pemerintah Korsel menjamin kerja sama antara pihaknya dengan ASEAN akan bersifat setara alias tidak timpang.

"Korsel dan beberapa negara ASEAN punya kedekatan yang secara emosional terbangun karena kami sama-sama negara jajahan. Kami punya pengalaman yang sama bagaimana membangun semuanya dari awal. Di saat perekonomian kami maju, Korsel ingin membagi know how (pengetahuan dan cara, red) dari keberhasilan pembangunan kami," ujar dia.

Baca juga: Moon Jae-In jadi presiden Korsel pertama melawat ke 10 negara ASEAN

Walaupun demikian, Dubes Lim menyadari bahwa ASEAN terdiri atas negara-negara anggota dengan tingkat ekonomi dan pembangunan yang beragam.

Oleh karena itu, pendekatan Korsel dalam membangun kerja sama dengan ASEAN akan bergantung pada negara yang dituju.

"Kami menyadari ada ketimpangan itu, dan dengan demikian, kami akan mengadopsi pendekatan country-tailored approach dalam skema kerja sama antara Korsel dan ASEAN," kata Dubes Lim tanpa menjelaskan secara detail mengenai pendekatan yang dimaksud.

Dubes Lim juga menyebutkan bahwa momentum penguatan hubungan kerja sama antara Korsel dan ASEAN akan terlihat pada penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 30 Tahun Kemitraan ASEAN dan Republik Korea pada 25-26 November di Busan.

Baca juga: Rayakan 30 tahun hubungan, pemerintah Korsel bebaskan visa warga ASEAN
Baca juga: Orkestra Tradisional ASEAN-Korsel akan digelar di Jakarta, Bali


Seiring dengan KTT itu, sejumlah kegiatan di berbagai bidang akan diselenggarakan, di antaranya ASEAN-ROK (Republik Korea) Business and Startup Expo, ASEAN-ROK Culture Innovation Summit, ASEAN-ROK Smart City Fair, ASEAN-ROK Exhibition on Public Service Innovation.

Sebelumnya, Busan juga pernah menjadi tuan rumah KTT ASEAN-Korsel pada 2014, sementara pada 2009, pertemuan tingkat tinggi itu diadakan di Jeju, Korsel.

Menurut Dubes Lim, Pemerintah Korsel berkomitmen menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi itu selama lima tahun sekali.

"Kami berupaya memberi pesan yang jelas bahwa Korsel bersungguh-sungguh dalam menguatkan kemitraan dengan ASEAN," kata dia.

Baca juga: Korea Selatan akan Tingkatkan Hubungan dengan ASEAN

Baca juga: Kemenhub tawarkan investasi transportasi ke ASEAN dan Korea

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RI terima bantuan 479 ribu alat tes PCR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar