Eminem pernah diinterogasi agen rahasia gara-gara lirik anti-Trump

Eminem pernah diinterogasi agen rahasia gara-gara lirik anti-Trump

FOTO FILE: Rapper Eminem menampilkan 'Not Afraid' di BET Awards 2010, Los Angeles (27/6/2010). REUTERS/Mario Anzuoni.

Jakarta (ANTARA) - Eminem pernah diinterogasi agen Dinas Rahasia gara-gara lirik yang berpotensi mengancam Presiden Donald Trump dan putri sulungnya Ivanka Trump.

Penyanyi rap asal Detroit yang nama aslinya adalah Marshall Mathers itu merilis album "Kamikaze" pada Agustus 2018. Dalam album itu ada lagu "The Ringer" yang mengandung lirik mengejutkan terkait kritik terhadap Trump, di mana Eminem mengaku pernah didatangi agen Dinas Rahasia.

"Karena Agen Oranye baru saja mengirim Agen Rahasia/ Untuk bertemu langsung untuk melihat apakah aku benar-benar berpikir untuk melukai dirinya / Atau bertanya apakah aku ada kaitannya dengan teroris, aku berkata,' Hanya ketika menyangkut tinta dan penulis lirik," demikian secuil lirik lagu "The Ringer" dikytip Pagesix, Rabu (24/10).

Dinas Rahasia tidak memberikan komentar saat BuzzFeed mencoba mengonfirmasi soal hal itu.

BuzzFeed lantas mengajukan permintaan di bawah Undang-Undang Kebebasan Informasi untuk mengetahui apakah agen federal benar-benar mewawancarai Mathers.

Setelah itu, BuzzFeed melaporkan pada minggu ini bahwa Dinas Rahasia menyerahkan lebih dari 40 halaman dokumen yang disunting yang memberikan rincian terkait penyelidikannya.

Disebutkan bahwa penyelidikan berfokus pada "lirik yang mengancam" dari lagu bertajuk "Framed" yang muncul di album sebelumnya, "Revival".

Eminem dianggap "menunjukkan perilaku yang tidak pantas" dan bahwa ia "mengancam orang yang dilindungi", merujuk pada Trump.

Agen federal ternyata mendapat informasi dari seorang karyawan situs gosip TMZ, yang mencari komentar pada liriknya.

Dokumen-dokumen itu mengatakan bahwa pada 15 Desember 2017, saat "Revival" dirilis, "seorang warga yang peduli melaporkan Marshall Mathers rapper 'Eminem' memiliki lagu baru berjudul "Framed" yang mengandung komentar tak pantas terhadap Presiden Donald Trump dan ancaman terhadap Ivanka Trump."

Dokumen juga mengatakan bahwa "lagu itu tentang pembunuhan yang dia sudah lupa dan harus 'dibingkai' dengan lirik spesifik.

 "Ini bukan pertama kali MATHERS membuat komentar mengancam terhadap POTUS dan keluarganya. Pada Juni 2017, MATHERS membuat komentar bebas yang mengancam POTUS," demikian kutipan isi dokumen tersebut

Dokumen-dokumen itu menunjukkan Protective Intelligence and Assessment Division melakukan pemeriksaan latar belakang pada Eminem dan mengatur wawancara dengannya, yang akhirnya berlangsung pada 16 Januari 2018.

Dua halaman dokumen yang meringkas bahwa wawancara itu dihapus, tetapi menunjukkan bahwa itu berfokus pada gaya rap bebas BET Eminem dan lirik dalam "Framed."

Selama wawancara, ketika agen Dinas Rahasia mulai membaca lirik rap gaya bebasnya, "Mathers mengenali lagu itu dan mulai ikut menyanyi rap bersama pewawancara ketika," kata BuzzFeed.

Baca juga: Kejadian unik dan lucu di konser Machine Gun Kelly

Baca juga: Eminem menjual album terbanyak sepanjang 2018
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar