Beredar hoaks grup WhatsApp Pendukung 02

Beredar hoaks grup WhatsApp Pendukung 02

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan pejabat lama Ryamizard Ryacudu (kiri) usai acara serah terima jabatan di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pasca masuknya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju, beredar hoaks foto hasil tangkapan layar grup WhatsApp pendukung 02.

Dalam foto hasil tangkapan layar grup WhatsApp tersebut ditampilkan sejumlah nama tokoh pendukung Prabowo-Sandi sebagai anggotanya.

Baca juga: Gerindra masuk kabinet, Presiden Jokowi ingin demokrasi gotong royong

Para tokoh yang ditampilkan dalam grup itu yakni Mardani Ali Sera, Ferdinand Hutahaean, Habiburokhman, Neno Warisman, Fadli Zon, Fahri Hamzah, hingga Ustad Abdul Somad.

Mereka tampak ada yang mendukung keputusan Prabowo masuk dalam kabinet, sementara beberapa lainnya kecewa dan ditampilkan meninggalkan/keluar dari grup WhatsApp itu.

Salah satu tokoh yang namanya muncul dalam grup WhatsApp itu adalah politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean yang ditampilkan mendukung keputusan Prabowo masuk kabinet.

Baca juga: Prabowo akan perkuat TNI jaga kedaulatan negara

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Ferdinand dengan tegas menyebut grup WhatsApp Pendukung 02 itu adalah hoaks.

"Hoax itu, tidak benar," kata Ferdinand dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ferdinand mengatakan grup WhatsApp itu kemungkinan sengaja dibuat sedemikian rupa seolah berisi para tokoh pendukung 02 dan disebarkan kepada publik untuk meledek.

"Dibuat mungkin untuk ngeledekin aja," kata Ferdinand.

 Baca juga: Prabowo akan pelajari semua tentang pertahanan

Baca juga: Peneliti Jokowi tangkap alasan di balik Jokowi tarik Prabowo


Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi dan Prabowo bertolak ke Kalteng tinjau Lumbung Pangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar