BMKG: Musim hujan di Sumsel mundur jadi November

BMKG: Musim hujan di Sumsel mundur jadi November

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang Nandang Pangaribowo, Jumat (25/10). ANTARA/Aziz Munajar

Secara umum Sumsel sudah mendekati masa peralihan musim
Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan mundur dari Oktober menjadi November sehingga menyebabkan kekeringan lahan gambut semakin panjang.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang Nandang Pangaribowo, Jumat, mengatakan mundurnya musim hujan di Sumsel dipengaruhi faktor aktifitas badai di Samudera Pasifik dan kondisi saat awal kemarau.

"Karena awal kemarau lalu mundur, jadi awal musim hujan juga ikut mundur," ujar Nandang.

Baca juga: BMKG sebut Borneo Vorteks akan pengaruhi hujan di Sumsel

Menurut dia prakiraan sebelumnya musim hujan akan dimulai pada Dasaraian (10 hari) ketiga Oktober, tetapi hujan diprediksi baru akan mulai terjadi pada Dasarian kedua November.

Salah satu penyebabnya yakni aktifitas badai-badai di Samudera Pasifik yang menarik massa udara ke arah badai, sehingga masa udara di Indonesia menjadi berkurang dan tidak cukup membentuk awan hujan.

Tetapi jika terjadi tekanan rendah di Laut Cina Selatan maka massa udara mengarah ke Indonesia dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

"Secara umum Sumsel sudah mendekati masa peralihan musim, jadi dalam beberapa pekan ke depan intensitas hujan di Sumsel sudah meningkat terutama Kota Palembang," tambahnya.

Meski demikian, kata dia, belum adanya hujan sementara ini harus tetap diantisipasi karena kekeringan di wilayah lahan gambut akan terus memunculkan potensi karhutla yang lebih panjang.

Selain itu pergerakan matahari yang sedang mengarah ke bumi bagian selatan juga membuat suhu udara menjadi lebih panas dan kering, BMKG mencatat suhu tertinggi di Kota Palembang mencapai 36,2 derajat celcius.

"Suhu maksimum di Sumsel tercatat pernah mencapai 37,2 derajat celcius pada November 2015, lalu sampai Oktober 2019 suhu maksimum mencapai 36,2 derajat celcius, keduanya masih kategori normal," jelas Nandang.

Baca juga: Hujan bersifat korosif kurangi intensitas asap di Kota Palembang
Baca juga: Satgas Karhutla Sumsel gelar sholat istisqo

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar