Asosiasi Alumni Chevening ingin bangun database anggota

Asosiasi Alumni Chevening ingin bangun database anggota

ARSIP: Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins meresmikan pembukaan pendaftaran Beasiswa Chevening 2019 di Jakarta, Rabu (14/8/2019). ANTARA/Azizah Fitriyanti.

Data seluruh alumni ada di Kedutaan Besar Inggris, tetapi karena alasan keamanan kami tidak bisa mengakses
Jakarta (ANTARA) - Presiden Chevening Alumni Association Indonesia, Gita Syahrani mengatakan pihaknya ingin mengumpulkan para alumni dan membuat database tentang para penerima beasiswa Chevening yang ada di Indonesia.

"Karena itu, kami mengadakan kompetisi membuat desain kartu alumni yang akan melibatkan banyak alumni," ujar Gita di Jakarta, Sabtu.

Kompetisi membuat desain kartu alumni itu diluncurkan bersamaan dengan UK Day 2019 yang diadakan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris, Indonesia Association of British Alumni, London School of Public Relations (LSPR), dan Indonesia Mengglobal.

UK Day 2019 diadakan untuk memberikan pendampingan dan bimbingan bagi para calon penerima beasiswa Chevening. Dari lebih dari 4.500 pendaftar beasiswa Chevening, hanya 182 pendaftar yang mengikuti acara tersebut.

Baca juga: Inggris targetkan 63 pelajar Indonesia terima beasiswa Chevening

Saat ditanya tentang jumlah alumni Chevening yang ada di Indonesia, Gita menyebutkan belum memiliki data karena Chevening Alumni Association Indonesia baru didirikan pada 2017.

"Data seluruh alumni ada di Kedutaan Besar Inggris, tetapi karena alasan keamanan kami tidak bisa mengakses. Karena itu, kami berusaha mengumpulkan sekaligus mendata para alumni," tambahnya.

Sementara itu, Network and Alumni Officer Kedutaan Besar Inggris di Indonesia Raras Tulandaru mengatakan secara global terdapat 60 ribu lebih alumni beasiswa Chevening di seluruh dunia.

Baca juga: Mantan Dubes Inggris berminat promosikan Indonesia

"Alumni dari Indonesia mencapai 1.700 orang lebih yang belajar berbagai bidang, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian," ungkapnya.

Raras mengemukakan Indonesia mendapatkan kuota penerima beasiswa Chevening 60 orang hingga 70 orang setiap tahun. Jumlah tersebut merupakan keempat terbanyak setelah Pakistan, India, dan China.

"Beasiswa Chevening di Indonesia merupakan investasi pemerintah Inggris di bidang pengembangan sumber daya manusia dan menjalin hubungan persahabatan antara dua negara," katanya.

Baca juga: Dubes: pemain Garuda Select duta Indonesia di Inggris

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar