Padamkan karhutla, Pemprov Sumsel dukung dana operasi TNI/Polri

Padamkan karhutla, Pemprov Sumsel dukung dana operasi TNI/Polri

Tim Satgas Polsek Pengandonan bersama peronel TNI dan BPBD Kecamatan Pengandonan melaksanakan patroli Karhutla. ANTARA/Edo Purmana/am.

Kegiatan operasi pemadaman karhutla yang dilakukan personel Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya pendanaannya didukung anggaran pemprov karena kegiatan itu sangat membantu mengatasi masalah karhutla yang kini asapnya mulai menimbulkan gangguan kesehat
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung pendanaan TNI/Polri melakukan operasi pemadaman api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kabupaten pada musim kemarau 2019 ini.

"Kegiatan operasi pemadaman karhutla yang dilakukan personel Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya pendanaannya didukung anggaran pemprov karena kegiatan tersebut sangat membantu mengatasi masalah karhutla yang kini asapnya mulai menimbulkan gangguan kesehatan dan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan," kata Wagub Sumsel Mawardi Yahya, di Palembang, Sabtu.

Ia menambahkan karhutla yang pada Oktober 2019 ini mengalami peningkatan memerlukan banyak tenaga untuk memadamkannya.

Tenaga yang siap setiap waktu untuk diturunkan membantu pemadaman api karhutla, kata dia,  adalah anggota Polda Sumsel dan prajurit Kodam II Sriwijaya.

Untuk menurunkan anggota TNI dan Polri melakukan operasi kemanusiaan mencegah semakin luasnya karhutla dan menimbulkan bencana kabut asap yang berkepanjangan, pihaknya menyiapkan dukungan dana operasional.

Ia mengatakan anggota TNI dan Polri yang didukung pendanaan operasi pemadaman karhutla awalnya 1.500 personel dan terbaru dilakukan penambahan 500 anggota Polda Sumsel dan 300 Prajurit Kodam II Sriwijaya.

Khusus penambahan tenaga baru itu, kata dia, anggota TNI dan Polri itu diarahkan memperkuat satgas gabungan penanggulangan karhutla untuk mengendalikan kebakaran ribuan hektare lahan gambut di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Dukungan operasi pemadaman api karhutla bagi anggota Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya pada tahap awal untuk 10 hari, namun jika kebakaran belum bisa diatasi akan diperpanjang untuk beberapa hari berikutnya hingga masalah tersebut dapat diatasi dengan baik, ujar wagub.

Sementara sebelumnya Kepolisian Daerah Sumatera Selatan bersama Kodam II Sriwijaya kembali menambah pasukan untuk membantu satgas darat penanggulangan karhutla memadamkan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang hingga kini masih terjadi cukup luas dan mengakibatkan bencana kabut asap di provinsi setempat.

Pemberangkatan personel TNi dan Polri dalam tugas pemadaman dan penanggulangan karhutla ditandai dengan apel bersama gelar pasukan di Mapolda, Palembang, Jumat (25/10) yang dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri dan Mayjen TNI Irwan.

Personel Polda Sumsel yang diturunkan untuk melakukan pemadaman api di lahan gambut kawasan Ogan Komering Ilir sebanyak 500 orang dan prajurit Kodam II Sriwijaya 300 orang serta didukung 50 personel BNPB, Basarnas, Satpol PP Provinsi Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli pada kesempatan itu mengatakan, sumbangsih pihaknya, Kodam II Sriwijaya dan instansi terkait untuk mengantisipasi karhutla dan mengembalikan udara bersih dari polusi asap cukup besar.

Personel jajaran Polda Sumsel telah dilibatkan dalam satgas gabungan penanggulangan karhutla yang telah bekerja selama enam bulan terakhir melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla serta menindak 30 tersangka pelanggar maklumat larangan membakar lahan pada musim kemarau ini.

Baca juga: Tim Satgas Kodim 0403 OKU padamkan karhutla

Baca juga: Kodam Sriwijaya perkuat satgas karhutla hadapi mundurnya musim hujan

Baca juga: Gubernur: Penambahan Satgas Karhutla upaya maksimalkan pemadaman

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Antisipasi karhutla di Palangka Raya, sumur bor diperiksa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar