BRG disarankan perkuat revitalisasi ekonomi warga cegah karhutla

BRG disarankan perkuat revitalisasi ekonomi warga cegah karhutla

Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel, Iskandar. (FOTO ANTARA/-HO-Pemkab OKI/2019)

Revitalisasi ekonomi ini diyakini menjadi salah satu cara jitu untuk mencegah mencegah kebakaran hutan dan lahan
Palembang (ANTARA) - Bupati Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Iskandar menyarankan Badan Restorasi Gambut (BRG) memperkuat revitalisasi ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan lahan bekas terbakar untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Revitalisasi ekonomi ini diyakini menjadi salah satu cara jitu untuk mencegah mencegah kebakaran hutan dan lahan,” kata Iskandar di Kayuagung, Ibu Kota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin.

Ia mengatakan revitalisasi ekonomi di lahan gambut yang terdegradasi ini sangat berguna bagi masyarakat karena mereka diberikan ruang untuk memperoleh pendapatan.

Karena itu, katanya, program BRG seperti bantuan pertanian hortikultura buah-buahan hingga peternakan diharapkan lebih diperbanyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Semua sepakat untuk mendahulukan pencegahan, namun penting agar program yang dibuat BRG sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar mereka tidak membakar,” katanya.

Menurutnya, jika lahan terdegradasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat maka dipastikan lahan tersebut akan terjaga dengan sendirinya dari kebakaran hutan dan lahan.

“Ini karena adanya rasa kepemilikan masyarakat terhadap area tersebut,” kata dia.

Iskandar mencontohkan pemanfaatan area bekas terbakar di kawasan Sepucuk Kayuagung dengan wanatani atau agroforestry.
Selain itu, ia juga meminta kolaborasi berbagai pihak dalam penanggulangan kebakaran hutan, kebun dan lahan.

Kabupaten Ogan Komering Ilir, kata dia, merupakan salah satu kabupaten yang rawan terbakar di Sumatera Selatan karena memiliki ribuan hektare lahan gambut. Bahkan menjadi kabupaten dengan penyumbang titik panas terbanyak di Sumsel dalam sepekan terakhir.

Menurut dia, bencana ini bukan semata-mata karena faktor alam tapi juga faktor manusia karena 99 persen karhutla disebabkan oleh ulah manusia.

“BRG memiliki program 3R, mulai dari pembasahan, penanaman kembali dan perevitalisasian ekonomi masyarakat. Saya harup untuk revitalisasi ini lebih dipercepat dan diperkuat,” demikian Iskandar.

Baca juga: BPBD Sumsel akui masih kesulitan padamkan kebakaran lahan gambut

Baca juga: Ogan Komering Ilir bentuk tim investigasi kebakaran lahan

Baca juga: Operasi pembasahan gambut Sumsel rawan terbakar ditingkatkan BRG

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Karhutla terjadi di pinggir Kota Pekanbaru

Komentar