Hadapi musim hujan, Kota Bogor aktifkan Satgas Ciliwung

Hadapi musim hujan, Kota Bogor aktifkan Satgas Ciliwung

Bersihkan Sampah Ciliwung Satgas Banjir dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok membersihkan sampah kayu yang tersangkut dan menumpuk di bawah Jembatan Panus, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/8). Pembersihan sampah itu dilakukan guna memperlancar aliran sungai Ciliwung dan mencegah banjir di kawasan Depok. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor mengaktifkan Satgas Ciliwung untuk membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor.

Sungai Ciliwung mengalir dari Bogor ke Jakarta. Kalau di aliran Sungai Ciliwung banyak sampah maka terjadi pendangkalan dan aliran sungai menjadi tersendat.

"Risikonya mudah terjadi banjir dan longsor di Bogor," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Kota Bogor, Senin.

Menurut Bima Arya, musim hujan sudah tiba. Karena itu, Satgas Ciliwung juga harus lebih aktif membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor.

Baca juga: Satgas Ciliwung temukan warga terindikasi buang limbah medis
Baca juga: Titik pembuangan sampah di Ciliwung ditemukan Tim Kancra


Satgas Ciliwung Kota Bogor terdiri atas anggota TNI, Satpol PP, petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Komunitas Peduli Ciliwung.

Bima Arya menambahkan, upaya lainnya yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk mengantisipasi musim hujan adalah dengan mengelola sampah di Kota Bogor, yakni membuang sampah secara rutin ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Galuga di Bogor.

Menurut dia, volume sampah di Kota Bogor ada sekitar 600 ton per hari. Tapi tidak semuanya dibuang ke TPA Galuga karena ada sampah plastik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Di Kota Bogor ada bank sampah yang mengelola sampah plastik untuk dimanfaatkan menjadi kebutuhan lain. "Bank-bank sampah ini tersebar di sejumlah lokasi," katanya.
Baca juga: Buru pembuang sampah di sungai, Pemkot Bogor bentuk Satgas Ciliwung

 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar