180 kios pasar tradisional di Bangkalan terbakar

180 kios pasar tradisional di Bangkalan terbakar

Reruntuhan bangunan di Pasar Tradisional Tanah Merah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang terbakar, Senin (28/10/2019). (ANTARA/Abd Aziz)

Bangkalan (ANTARA) - Kebakaran yang melanda Pasar Tradisional Tanah Merah di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (28/10) malam menyebabkan 180 kios terbakar menurut polisi.

"Ini berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh petugas di lapangan," kata Kepala Subbagian Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno lewat telepon kepada ANTARA pada Selasa pagi.​​​

Suyitno memerinci, kios yang terbakar meliputi 90 kios kain dan pakaian, 30 kios bahan pokok dan rokok, serta 60 kios sayuran dan palawija.

"Kios-kios yang terbakar ini yang ada di selatan jalan," katanya.

Kerugian akibat kebakaran di Pasar Tradisional Tanah Merah menurut taksiran polisi sekitar Rp3 miliar.

Kebakaran di Pasar Tradisional Tanah Merah terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Api menurut dugaan berasal dari bagian selatan pasar, dekat tiang listrik, lalu menjalar ke kios-kios berbahan kayu yang ada di dalam pasar itu.

Angin yang berembus kencang membuat api cepat membesar, sehingga petugas pemadam kewalahan memadamkan kobaran api dan harus mengerahkan tambahan mobil pemadam dari Polres Bangkalan, PADM Bangkalan, dan Lanal Batuporon Bangkalan.

Total ada delapan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk mengatasi kebakaran di pasar tersebut.

Kebakaran tersebut sempat menyebabkan lalu lintas kendaraan di jalur penghubung Kabupaten Bangkalan dengan Kabupaten Sampang macet. 

Kendaraan besar dan pengangkut material dari arah Surabaya yang hendak menuju Kabupaten Sampang, Pamekasan, dan Sumenep juga terpaksa dihentikan di pertigaan Tangkel, Bangkalan.
​​​​​
Antrean kendaraan dari arah Sampang menuju Surabaya dan sebaliknya pada Senin (28/10) malam sampai lima kilometer, namun sudah lancar kembali pada Selasa.

Baca juga:
Pasar Tanah Merah Bangkalan terbakar
Polres Bangkalan kerahkan water canon ke lokasi kebakaran

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar