Ribuan warga Sumsel kembali shalat minta hujan

Ribuan warga Sumsel kembali shalat minta hujan

Warga Sumsel melakukan Shalat istisqa (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sumsel)

Tidak ada yang tidak bekerja untuk memadamkan api. Tidak ada yang tidak berbuat
Palembang (ANTARA) - Ribuan warga Sumatera Selatan kembali melaksanakan shalat minta hujan untuk memohon doa agar hujan segera turun dan bisa menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di provinsi tersebut.

Sholat Istisqa yang  digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan dihadiri jamaah  dari unsur ulama, unsur Forkopimda, pejabat Pemda, TNI, Polri dan pelajar itu dilaksanakan di Palembang, Selasa.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, shalat istisqa merupakan salah satu upaya agar Allah SWT segera menurunkan rahmatnya berupa hujan dalam menanggulangi bencana berupa kabut asap serta memadamkan api.

"Saya berharap seluruh masyarakat berdoa kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala agar Sumatera Selatan dapat diturunkan hujan, karena ini salah satu ujian dari Allah," kata gubernur.

Baca juga: Hujan diperkirakan mulai guyur Sumsel akhir Oktober


Namun, lanjut gubernur, ujian tersebut menjadi ajang evaluasi bagi semua pihak dalam rangka mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan pencegahan, pengendalian dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.

Bukan itu saja, ia hampir setiap minggu melakukan patroli udara untuk memantau lahan yang terbakar dari ketinggian, ujarnya.

Selain itu upaya modifikasi cuaca dengan menabur berton-ton garam supaya turun hujan sudah dilakukan.

Bahkan tim modifikasi cuaca dari Jambi dan Riau juga telah dikerahkan untuk membantu tim TMC di Sumsel.

"Tidak ada yang tidak bekerja untuk memadamkan api. Tidak ada yang tidak berbuat. Saya mintakan pada imam dan khotib memimpin doa salah satunya mari kita berhenti saling menyalahkan," kata gubernur.

Baca juga: Pemprov Sumsel perpanjang status darurat bencana karhutla


Ia mengakui, turunnya hujan yang mengguyur kota Palembang pada Senin malam hingga  Selasa dini hari tidak ada yang dapat memprediksi apakah itu merupakan hujan alami atau hujan buatan hasil kerja yang dilakukan tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

“Mudah-mudahan hujan yang turun tadi malam merupakan pertanda baik, kita akan masuk musim hujan.

Namun, meskipun semalam itu hujan, sholat istisqa tetap dilakukan dengan harapan hujan akan terus turun membawa rahmat dan berkah bagi  warga Sumatera Selatan, tambah gubernur.

Sementara itu khotib  Saim Marhadan dalam khotbahnya mengingatkan jamaah untuk senantisa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

Dia menyebut banyak penyebab Allah menahan hujan untuk tidak turun membasahi bumi di antaranya disebabkan dosa-dosa manusia karena tidak membayar zakat atau melakukan dosa besar seperti riba dan zina.

“Solusi dari berbagai bencana dan kerusakan itu kita harus kembali kepada Allah dengan memperbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah agar diampuni dosa-dosa kita,” ujar dia.


Baca juga: Butuh hujan konvektif berskala meso untuk padamkan karhutla di Sumsel

Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BNPB sebut biaya penanganan karhutla 2019 capai 3,2 T

Komentar