Di Pantai Sulamanda-NTT, warga desa menanam ribuan pohon bakau

Di Pantai Sulamanda-NTT, warga desa menanam ribuan pohon bakau

Kepala Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Benyamin Kanuk (kiri) menyerahkan anakan pohon bakau kepada pengunjung yang ikut melakukan gerakan penanaman bakau di objek wisata Pantai Sulamanda, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/10/2019). (FOTO ANTARA/HO-Dok.Kepala Desa Mata Air)

Ada sebanyak 2.800 pohon bakau yang kami tanam bersama warga di Pantai Sulamanda dengan dukungan alokasi anggaran dari program dana desa
Kupang (ANTARA) - Warga Desa Mata Air di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menanam sebanyak 2.800 pohon bakau untuk melestarikan ekosistem di lokasi wisata Pantai Sulamanda.

"Ada sebanyak 2.800 pohon bakau yang kami tanam bersama warga di Pantai Sulamanda dengan dukungan alokasi anggaran dari program dana desa," kata Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk, ketika dihubungi di Kupang, Selasa.

Dia mengatakan, program penanaman ribuan pohon bakau ini dilakukan untuk menjaga kelestarian ekosistem di lokasi wisata Pantai Sulamanda yang saat ini sedang dikembangkan sebagai wisata unggulan di daerah itu.

Selain itu, kata dia, untuk mencegah munculnya abrasi air laut karena banyak lahan persawahan milik warga setempat yang berada di sekitar pantai.

Ia menyebut  program penanaman bakau tersebut dilakukan dengan dukungan dana desa sekitar Rp14 juta yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ina Huk di desa setempat.

"Dukungan anggaran ini kami gunakan biaya pengadaan anakan bakau, pengangkutannya, dan sekarang sudah direalisasikan semua," katanya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya juga melakukan pengadaan kembali anakan bakau sebagai stok yang disiapkan lokasi wisata Pantai Sulamanda.

Stok pohon bakau ini, kata dia, dapat ditanam sendiri para pengunjung Pantai Sulamanda yang saat ini semakin ramai dengan rata-rata kunjungan mencapai 200 orang per hari.

"Sehingga nanti setiap pengunjung bisa tanam sebagai kenang-kenangan sekaligus sebagai bentuk upaya bersama melestarikan lingkungan," katanya.

Ia menambahkan, penanaman bakau tersebut juga bagian dari penataan objek wisata Pantai Sulamanda sehingga menghadirkan suasana yang nyaman bagi wisatawan.

"Jadi ekosistem pantai tetap kami jaga, selain itu juga kami lakukan pembersihan pantai rutin agar semakin menarik untuk dikunjungi," demikian Benyamin Kanuk.

Baca juga: Hampir 10.000 Hektar Hutan Bakau NTT Rusak

Baca juga: Sampah di ekowisata mangrove Kupang dibersihkan oleh ratusan warga

Baca juga: Ratusan hektare hutan bakau di Nagekeo terancam punah

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar