Kemensos realisasikan Rp38 miliar dana Jadup korban bencana Sulteng

Kemensos realisasikan Rp38 miliar dana Jadup korban bencana Sulteng

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (kedua dari kiri) meninjau lokasi pembangunan hunian tetap di Kelurahan Dutu, Kecamatan Tatangan untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah sesaat sebelum Presiden Joko Widodo meninjau lokasi tersebut, Selasa (29/10/2019). ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Kementerian Sosial merealisasikan anggaran sebesar Rp38,334 miliar lebih dimanfaatkan untuk jaminan hidup  bagi korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara saat melakukan kunjungan kerjanya di Palu, Selasa mengatakan bantuan dana (Jadup) untuk korban bencana di provinsi itu menyasar 15.949 Kepala Keluarga atau 63.891 jiwa yang sudah terdata pemerintah setempat.

"Penyintas mendapat jatah Rp10.000 per hari per jiwa selama 60 hari setelah melalui proses verifikasi oleh pemerintah daerah," ungkap Juliari.

Menurut Menteri Juliari, Kemensos telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada para penyintas bencana gempa, likuefaksi dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Baca juga: Pasigala Centre berharap Presiden dengar aspirasi terkait relokasi
Baca juga: 8.788 unit huntap korban bencana Sulteng ditarget rampung 2020

Bantuan berupa logistik saat masa tanggap darurat bencana, selanjutnya dana santunan ahli waris, dan bantuan jadup.

Mensos memaparkan, dari Rp38.334.600.000 yang direalisasikan untuk disalurkan kepada tiga daerah terdampak parah antara lain Kota Palu Rp23.640.000.000 untuk 4.177 kepala keluarga atau 39.400 jiwa, kemudian Kabupaten Sigi senilai Rp9.114.600.000 menyasar 4.177 kepala keluarga atau sekitar 15.191 jiwa dan Donggala senilai Rp5.580.000.000 kepada 1.191 kepala keluarga atau 9.300 jiwa.

Dia menambahkan, Kemensos juga bebrapa waktu lalu menerima usulan permintaan tambahan penerima jadup untuk 15.636 kepala keluarga atau 53.514 jiwa melalui surat Bupati Sigi Nomor 367-453 tanggal 7 Oktober 2019 dan surat nomor 367-453 tanggal 17 Oktober 2019 dengan nilai usulan sebesar Rp32.108.400.000.

"Kita ingin dari bantuan-bantuan itu masyarakat yang terdampak segera bisa bangkit guna menata kembali kehidupan mereka agar lebih baik dari sebelumnya," ujar Mensos.

Selain jaminan hidup, Kemensos telah menyalurkan santunan ahli waris korban bencana Sulteng kepada 1.906 jiwa dengan besaran nilai yang diterima sebanyak Rp15.000.000 per jiwa.
Baca juga: Saatnya satgas penanganan pascabencana dipindahkan ke Sulteng

Diuraikannya, santunan hali waris untuk penerima di Kota Palu sebanyak 1.383 jiwa senilai Rp20.745.000.000.

Selanjutnya Kabupaten Sigi 378 jiwa dengan nilai Rp5.670.000.000, Donggala 130 jiwa dengan nilai bantuan Rp1.950.000.000, dan Parigi Moutong 15 jiwa senilai Rp225.000.000.

“Total santunan yang disalurkan kurang lebih Rp28.590.000.000,” kata Mensos.

Peninjauan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Joko Widodo.

Saat meninjau, Mensos didampingi Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial yang juga Plt Karo Humas Sonny W Manalu beserta Kepala Dinas Sosial Sulawesi Tengah Ridwan Mumu dan Anggota DPRD Sulawesi Tengah Fraksi PDI-P Muharam Nurdin.
Baca juga: PMI manfaatkan radio salurkan aspirasi korban bencana Sulteng
Baca juga: Setahun bencana Sulteng - Pemkot Palu bangun ketahanan ekonomi korban

Pewarta: Muhammad Arshandi/Moh Ridwan
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mensos nilai berantas korupsi perlu pembenahan mental

Komentar