150 desa di Sampang memiliki BUMDes

150 desa di Sampang memiliki BUMDes

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Sampang Malik Amrullah (Abd Aziz)

dari sebanyak 74 desa yang telah membentuk BUMDes itu, sebanyak 9 desa diantaranya kini sudah tergolong maju, bahkan pengelolaannya berkembang dengan pesat.
Sampang (ANTARA) - Sedikitnya 150 desa dari total 180 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur,  telah memiliki dan membentuk badan usaha milik desa (BUMDes).

"Dari sebanyak 150 desa yang telah membentuk BUMDes ini, sebanyak 74 desa di antaranya sudah aktif mengelola perusahaan milik desa tersebut," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Sampang Malik Amrullah di Sampang, Rabu.

Dengan demikian, sambung Malik, jumlah desa yang ada di Kabupaten Sampang yang belum membentuk BUMDes tinggal 30 dan pihaknya kini terus melakukan pembinaan agar desa-desa yang belum memiliki BUMDes segera membentuk badan usaha tersebut.

Menurut dia, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pembentukan BUMDes merupakan keharusan untuk menghidupkan perekonomian di desa.

Baca juga: Menteri Desa minta Dana Desa diprioritaskan untuk penguatan BUMDes

Sementara itu, dari sebanyak 74 desa yang telah membentuk BUMDes itu, sebanyak 9 desa diantaranya kini sudah tergolong maju, bahkan pengelolaannya berkembang dengan pesat.

"Dalam arti BUMDes yang ada di 9 desa itu benar-benar bisa menjadi tumpuan ekonomi masyarakat yang ada di desa itu," katanya, menjelaskan.

Malik menjelaskan, ke-9 BUMDes yang kini telah maju dan berkembang pesat itu terdapat di Kecamatan Robatal, Pengarengan, Camplong, Banyuates, dan Kecamatan Tambelangan.

"BUMDes yang dikelola mengenai potensi lokal seperti batik, manik dari kerang, tikar, dan berbagai potensi alam lainnya," ungkap Malik.

Malik menerangkan, untuk pengelolaan potensi alam seperti destinasi wisata Pantai Lon Malang di Desa Bire Tengah, Sokobanah nantinya juga akan ditangani oleh BUMDes.

Baca juga: Lima tahun Jokowi-JK, gerakan desa sebagai motor pembangunan

Demikian juga dengan destinasi wisata hutan mangrove dan Wahana Perahu yang disertai berbagai kuliner di wilayah Kecamatan Sreseh, juga akan menjadi harapan BUMDes di desa itu.

"Untuk destinasi wisata di Sreseh ini yang mengelola BUMDes di lima desa yakni Desa Marparan, Desa Junok, Desa Disanah, Desa Klobur, dan Desa Labuhan, sekarang tahap penyusunan," katanya, menjelaskan.

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bumdes berpotensi tumbuh di Kalteng

Komentar