Olimpiade

Gubernur Tokyo ingin marathon Olimpiade tetap digelar di Tokyo

Gubernur Tokyo ingin marathon Olimpiade tetap digelar di Tokyo

Ketua Komisi Koordinasi IOC John Coates, berfoto dengan Aki Yamada, kapten timnas hoki Jepang di Oi Hockey Stadium, venue hoki untuk Olimpiade Tokyo, di Tokyo, Jepang, Rabu (30/10/2019). IOC telah memutuskan untuk memindahkan lokasi marathon dari Tokyo ke Sapporo karena khawatir dengan terik musim panas di Tokyo. Olimpiade Musim Panas 2020 dijadwalkan akan berlangsung 24 Juli hingga 9 Augustus 2020. ((The Yomiuri Shimbun))

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Tokyo menegaskan, Rabu, ia masih menginginkan melihat marathon Olimpiade digelar di ibu kota tersebut pada tahun depan, kendati ada rencana untuk memindahkan event itu ke Jepang utara karena kekhawatiran akan terpaan cuaca panas.

Lokasi event marathon dan jalan cepat pada Olimpiade Musim Panas 2020 telah menjadi masalah yang sulit diselesaikan antara pejabat Tokyo dan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Seperti disiarkan AFP, IOC mengatakan pada awal bulan ini akan mengusulkan memindahkan event-event tersebut ke Sapporo di utara Jepang setelah kejadian pada Kejuaraan Dunia di Doha ketika lusinan atlet membutuhkan perhatian medis dalam kondisi yang panas dan lembab.

Pekan lalu, Ketua Komisi Koordinasi IOC John Coates, menjelaskan keputusan untuk memindahkan event tersebut sudah final, namun para pejabat Tokyo tidak mundur.

"Biarkan saya berbicara dengan jelas sebagai pemimpin dari kota tuan rumah dan perwakilan warga Tokyo, harapan saya untuk marathon dan jalan cepat untuk digelar di Tokyo," kata Gubernur Yuriko Koike pada awal pertemuan tiga hari antara pejabat IOC, pemerintah Tokyo dan penyelenggara Olimpiade 2020.

Koike mencatat pernyataan Ketua IOC Thomas Bach setelah pertemuan eksekutif IOC pada 3 Oktober yang mengatakan ia tidak pernah melihat kota tuan rumah sangat mempersiapkan dengan baik.

Rencana untuk memindahkan event terjadi dua pekan kemudian dan "sangat mengejutkan" bagi Tokyo, katanya.

"Usulan ini dibuat tanpa penjelasan sama sekali kepada pemerintah Tokyo atau majelis metropolitan Tokyo sampai saat-saat terakhir."

Ia mengatakan warga setempat yang marah telah menyerukan pemerintah setempat mempertanyakan keputusan tersebut.

Ada laporan yang mengatakan Tokyo menginginkan event tersebut dmulai pada pukul 05.00 pagi, atau bahkan lebih awal, sebagai cara untuk mempertahankan event tersebut tetap digelar di kota itu.

Namun Coates pada Rabu kembali menjelaskan bahwa kepindahan tersebut sudah selesai.

"Ini adalah keputusan yang diambil dengan cepat. Ini adalah keputusan yang diambil sebagai konsekuensi dari apa yang kita lihat di Doha," katanya.

Coates mengatakan ia berada di Tokyo "untuk menjelaskan kepadanya (Koike) alasan-alasannya, alasan rinci dari perubahan itu."

Marathon secara umum dianggap sebagai salah satu event kunci dari Olimpiade, yang rutenya didesain secara seksama untuk memamerkan bagian yang menonjol dari kota penyelenggara.

Ini juga menjadi satu dari sedikit kesempatan bagi warga biasa untuk menyaksikan event Olimpiade secara gratis, dan ini dipandang sebagai cara penting untuk mendorong keterlibatan dengan Olimpiade.

Baca juga: IOC tak ingin tinggalkan Tokyo tanpa konsensus pemindahan marathon

Baca juga: Olimpiade maraton Tokyo dipindah ke Hokkaido khawatir suhu panas

Penerjemah: Fitri Supratiwi
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menpora minta proposal anggaran Olimpiade 2020 lebih awal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar