DNKI: GoPay gencar edukasi UMKM untuk tingkatkan inklusi keuangan

DNKI: GoPay gencar edukasi UMKM untuk tingkatkan inklusi keuangan

Head of Project Management Office Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Djauhari Sitorus (tengah) dalam acara pendampingan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di salah satu "Food Court" di Jakarta, Rabu (30/10/2019). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Edukasi keuangan adalah salah satu pilar dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang diluncurkan pemerintah Indonesia pada 2016.
Jakarta (ANTARA) - Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menilai bahwa penyedia uang elektronik, seperti GoPay, yang gencar mengedukasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melakukan transaksi non tunai di dalam negeri turut berkontribusi dalam meningkatkan inklusi keuangan.

"Edukasi keuangan adalah salah satu pilar dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang diluncurkan pemerintah Indonesia pada 2016. Pelaku UMKM adalah salah satu kelompok yang diprioritaskan strategi tersebut," ujar Head of Project Management Office DNKI Djauhari Sitorus di Jakarta, Rabu.

Ia juga mengharapkan GoPay dapat memperluas jangkauan layanannya, tidak hanya kepada pelaku usaha makanan dan minuman serta transportasi, tapi ke sektor lainnya agar membuka akses bagi UMKM menuju produk dan jasa keuangan lainnya.

Baca juga: GoPay berharap penerapan QRIS dapat dorong transaksi UMKM lebih baik

Menurut dia, tingkat inklusi keuangan yang lebih baik dapat mempersingkat waktu transaksi bagi pelanggan. Bagi pelaku usaha, pencatatan juga akan lebih mudah dan sistematis karena terekam dalam sistem.

"Arus kas menjadi akan lebih tertata dengan baik," kata Djauhari dalam acara pendampingan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di salah satu "Food Court".

Djauhari mengapresiasi Inisiatif GoPay yang melaksanakan "Forum Pedagang Baik" di 11 kota besar. Kegiatan itu merupakan sebuah langkah yang mendukung inklusi keuangan dan penciptaan ekonomi digital di Indonesia.

"Saya yakin pelaku usaha yang dibina dan dilatih GoPay akan merasa manfaatnya sehingga tingkat inklusi keuangan nasional semakin naik," ucapnya.

Baca juga: Pelaku UMKM: Transaksi non tunai buat arus kas lebih tertata

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim target tingkat inklusi keuangan Indonesia sebesar 75 persen dari jumlah populasi masyarakat Indonesia sudah tercapai pada September 2019.

"Sampai September 2019, Alhamdullilah sudah melewati target 75 persen. Begitu juga dengan target tingkat literasi keuangan yang sebesar 35 persen, Insya Allah tercapai," ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara di konferensi pers Financial Expo atau Finexpo dan Sundown Run 2019 Jakarta, Selasa (15/10).

Baca juga: GoPay edukasi UMKM dorong inklusi keuangan nasional

Baca juga: Gandeng DANA dan GoPay, Samsung Pay belum minat jadi dompet digital

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kembangkan UMKM Pascabencana, Pemkot Palu gelontorkan dana Rp10 Milliar

Komentar