Dishub Kediri tunggu pusat untuk perbaikan terminal

Dishub Kediri tunggu pusat untuk perbaikan terminal

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi saat di Kediri, Jawa Timur. (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

Ada 19 terminal di seluruh Indonesia. Terminal tipe A dan mau dibuat bagus, modernisasi
Kediri (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Kediri, Jawa Timur, masih menunggu keputusan dari pusat terkait rencana perbaikan fasilitas terminal dengan tipe A yang ada di kota tersebut.

"Kami masih menunggu pusat. Informasinya mulai 2020," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko di Kediri, Kamis.

Pihaknya juga menyambut baik terkait rencana perbaikan fasilitas di Terminal Tipe A Kediri tersebut. Dengan itu, pelayanan tentunya bisa menjadi lebih baik dan pengguna angkutan umum juga merasa lebih nyaman. Kendati untuk Terminal Tipe A langsung ditangani oleh Kementerian Perhubungan, pihaknya tetap mangapresiasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi saat di Kediri mengatakan pihaknya sudah merencanakan perbaikan Terminal Tipe A di Kediri pada 2020.

"Kami perbaiki 2020 dengan anggaran sekitar Rp20 miliar dan buat DED atau Detail Engineering Design. Tahun depan kami bangun," katanya.

Ia mengatakan, Kementerian Perhubungan berencana membangun 19 terminal tipe A di seluruh Indonesia. Dalam pembangunannya akan dibuat dengan modern seperti di bandara. Desain terminal juga akan dibuat lebih bagus sehingga semua ruang bisa berfungsi dengan baik.

Rencana perbaikan itu juga sesuai dengan implementasi Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan telah dilakukan proses alih kelola P3D Terminal Penumpang Tipe A dari Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat.

Dari 144 terminal Penumpang Tipe A yang ada di Indonesia, ada sebanyak 128 terminal yang diajukan untuk proses serah terima. Selanjutnya dari 128 terminal, sebanyak 106 Terminal sudah berita acara serah terima (BAST) dan 22 masih dalam proses.

"Ada 19 terminal di seluruh Indonesia. Terminal tipe A dan mau dibuat bagus, modernisasi. Menteri Perhubungan juga meminta terminal sama dengan bandara. Jadi, biaya juga besar," ujar Budi.

Pihaknya menambahkan untuk perbaikan terminal tersebut bisa dengan skema kerjasama pemanfaatan misalnya antara pemerintah dengan badan usaha. Namun, selain itu juga bisa konsep terminal yang akan dibangun bukan terminal yang berdiri sendiri malainkan juga ada fasilitas penyeberangan seperti terminal terpadu di Merak.

Kawasan terminal nantinya menjadi kawasan pembangunan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Terdapat beberapa yang digabungkan misalnya ada kereta api, penyeberangan dan ada bus. Untuk itu, pihak swasta juga penting untuk dilibatkan. 

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar