Realisasi bea dan cukai hingga Oktober 2019 baru 74,3 persen

Realisasi bea dan cukai hingga Oktober 2019 baru 74,3 persen

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Realisasi ini 74,3 persen dari target Rp208,8 triliun
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi memastikan penerimaan negara dari bea dan cukai hingga 30 Oktober 2019 telah mencapai Rp155,1 triliun.

"Realisasi ini 74,3 persen dari target Rp208,8 triliun," kata Heru Pambudi di Jakarta, Kamis.

Heru Pamudi mengatakan realisasi ini sebagian besar disumbangkan oleh penerimaan cukai yang konsisten tumbuh positif dan telah mencapai Rp122,25 triliun atau 73,87 persen dari target Rp165,5 triliun.

Penerimaan cukai ini antara lain berasal dari hasil tembakau Rp116,7 triliun atau 73,4 persen dari target Rp158,8 triliun dan minuman mengandung ethil alkohol Rp5,3 triliun atau 89,6 persen dari target Rp5,98 triliun.

Sementara itu realisasi penerimaan bea masuk juga tercatat positif hingga mencapai Rp30,1 triliun atau 77,2 persen dari target Rp38,89 triliun.

Realisasi penerimaan bea keluar dalam periode ini ikut mengalami kinerja baik yaitu mencapai Rp2,86 triliun atau 64,76 persen dari target Rp4,4 triliun.

Realisasi penerimaan cukai ini mengalami pertumbuhan dibandingkan periode sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp105,8 triliun.

Namun realisasi bea masuk dan bea keluar sepanjang 2019 terkena imbas dari perlambatan kinerja perdagangan global yang mengurangi permintaan dari negara-negara tujuan ekspor.

Pada 30 Oktober 2018 realisasi bea masuk dan bea keluar masing-masing tercatat lebih tinggi sebesar Rp32 triliun dan Rp5,6 triliun.

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bea Cukai ungkap barang impor merek palsu

Komentar