Jakarta (ANTARA) - Tim perwakilan dari delapan provinsi berpartisipasi dalam Kejurnas Bola Voli Junior 2019 di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, 3-9 November yang merupakan agenda resmi dari Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI).

Wakil Ketua III Bidang Pertandingan PP PBVSI Reginald Nelwan dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, mengatakan perwakilan tim dari delapan provinsi itu sudah resmi mendaftar karena pendaftaran ditutup pada Kamis (31/10).

"Tim sudah siap turun karena mereka sudah resmi mendaftar ke PP PBVSI selaku penyelenggara kejuaraan. Ada 14 putra dan putri yang berpartisipasi," katanya.

Provinsi yang akan mengikuti kejurnas junior itu sesuai dengan data yang masuk ke PP PBVSI adalah Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Gorontalo dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masing-masing mengirimkan dua tim yaitu putra dan putri.

"Untuk dua provinsi lain yaitu Jawa Tengah dan Sumatera Selatan hanya mengirimkan masing-masing satu kategori putra dan putri saja," katanya menambahkan.

Baca juga: Menpora minta tim voli Indonesia raih emas SEA Games Filipina

Pria yang akrab dipanggil Regi itu menjelaskan pada kejurnas junior itu ada beberapa aturan yang harus dilaksanakan terutama dalam hal usia pemain. Batas usia untuk putra, kelahiran 1 Januari 2000 atau setelah itu. Sedangkan putri kelahiran 1 Januari 2001 atau setelah itu.

Dengan digelarnya kejurnas junior, lanjut Regi, diharapkan regenerasi pemain bola voli khususnya disiplin indoor di Indonesia berkelanjutan mengingat cabang olahraga ini mendapatkan perhatian yang cukup besar dari masyarakat Indonesia.

Selain kejurnas junior, PP PBVSI juga mengelar kejurnas senior. Selain itu juga menggelar kompetisi mulai dari Livoli Divisi Satu, Livoli Divisi Utama hingga yang paling tinggi yaitu Proliga.

Baca juga: Li Qiujiang punya stategi raih medali emas pada SEA games 2019

Baca juga: PP PBVSI panggil 36 atlet untuk SEA Games

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2019