Wisatawan di Bali antusias ikuti perayaan 'Halloween'

Wisatawan di Bali antusias ikuti perayaan 'Halloween'

Karyawan hotel dengan riasan menyeramkan melayani wisatawan mancanegara saat kegiatan makan malam bertema Halloween di kawasan Legian, Badung, Bali, Kamis (31/10/2019) malam. ANTARA/Fikri Yusuf

kami memadukan konsep Halloween yang identik dengan suasana seram
Badung (ANTARA) - Sejumlah wisatawan mancanegara yang berada di kawasan Badung, Bali, antusias mengikuti perayaan Halloween yang diselenggarakan di sejumlah titik seperti hotel, restoran dan sejumlah kawasan lainnya.

"Malam ini semuanya sangat bergembira, Semua staf berdandan menyeramkan. Tapi semuanya terhibur," ujar wisatawan asal Sydney, Australia, Ben, yang mengikuti kegiatan makan malam bertema Halloween yang diselenggarakan hotel The Jayakarta, Legian, Badung, Bali, Kamis (31/10) malam.

Ben mengatakan, dirinya sangat kagum dan antusias dengan konsep makan malam dalam kegiatan perayaan Halloween yang ia ikuti.

"Bukan hanya suasananya yang didesain dengan menyeramkan. Makanan yang disajikan juga berbentuk menyeramkan seperti dengan bentuk daging yang disusun seperti wajah zombie, bakso yang dibentuk seperti bola mata. Itu sangat unik," katanya.

Baca juga: Mencoba menu khusus Halloween di "Ghost Store Burger King" Shibuya

Sementara itu, General Manager The Jakayakarta Bali Agus Tabah menjelaskan, peringatan Halloween yang melibatkan wisatawan mancanegara itu diselenggarakan untuk memberikan pengalaman yang menarik bagi para tamu karena sebagian besar tamu hotel itu merupakan wisatawan mancanegara

"Kami berharap berbagai kegiatan yang kami siapkan seperti lomba merias wajah dengan dandanan menyeramkan dan makan malam bertema Halloween ini bisa menjadi atraksi yang menarik bagi mereka," katanya.

Menurutnya, ajang tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mempromosikan dan memperluas jaringan mereka.

"Dari tamu yang mengikuti kegiatan Halloween dan mungkin berfoto dengan staf kami jika mereka mengunggahnya ke media sosial pasti akan membantu memperluas jaringan kami dan membuat teman-teman mereka yang berada dari luar negeri bisa datang untuk berwisata ke Bali juga," kata Agus.

Selain di berbagai kawasan wisata, perayaan Halloween di Bali juga diselenggarakan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Baca juga: Sensasi nonton film horor bareng di tengah mal

Bandara I Gusti Ngurah Rai, didesain bernuansa Halloween dengan pemasangan berbagai hiasan, dekorasi dan penyelenggaraan atraksi bernuansa seram di kawasan bandara.

“Kami memadukan konsep Halloween yang identik dengan suasana seram, dapat dipadukan dengan nuansa keceriaan khas Bandara Ngurah Rai. Hal itu merupakan ciri khas kami yang mungkin tidak ditemui di bandara lain,” ujar Co. General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rahmat Adil Indrawan.

Dengan tema itu, pihaknya memadukan nuansa seram dan ceria di kawasan Terminal Keberangkatan Domestik dan Internasional Bandara.

Sejumlah dekorasi yang dihadirkan diantaranya adalah, tempat untuk berfoto berupa diorama tiga dimensi "Halloween Pumpkin Photobooth" yang dapat dimanfaatkan penumpang untuk mengabadikan momen Halloween di Bandara Ngurah Rai.

Booth tersebut telah didekorasi dengan boneka berwujud menyeramkan lengkap dengan labu serta tulisan Halloween berukuran besar yang dapat menyala.

Sedangkan di Terminal Keberangkatan Domestik, area Taman Anggrek dihias dengan suasana Taman Labu yang dilengkapi dengan gapura Halloween serta ornamen daun kering serta labu "Jack-o’-Lantern"

Kami juga menghadirkan berbagai hiburan berkonsep Halloween yang kami sajikan bagi penumpang yang menunggu jadwal penerbangan," kata Rahmat Adil.

Baca juga: Alasan orang suka hal yang seram-seram
Baca juga: Bandara Ngurah Rai hadirkan "halloween" hibur penumpang

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anak-anak ramaikan JFW 2020 dalam busana Halloween

Komentar