Buwas tawarkan solusi distribusi BPNT libatkan RT/RW hingga Pramuka

Buwas tawarkan solusi distribusi BPNT libatkan RT/RW hingga Pramuka

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pada acara diskusi di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat. (Mentari Dwi Gayati)

RT/RW akan dilibatkan untuk bisa mengakses kebutuhan pangan penerima bantuan di lingkungan setempat melalui aplikasi Panganandotcom. Platform Panganandotcom ini pun sudah bekerja sama dengan e-commerce Shopee, dan akan berkembang pada platform e-comm
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menawarkan solusi untuk sistem distribusi bantuan pangan non tunai (BPNT) atau yang nanti masuk dalam Program Kartu Sembako dengan melibatkan RT/W hingga Pramuka agar tepat sasaran kepada masyarakat penerima manfaat.

Budi mengatakan bahwa pihaknya akan melibatkan RT/RW, bahkan anggota Pramuka untuk mendata sesuai kebutuhan masyarakat penerima manfaat sehingga tidak ada celah bagi oknum atau mafia yang ingin mengambil keuntungan dari program BPNT atau Kartu Sembako ini.

"Untuk bisa mengakses pangan ini melalui RT/RW. Saya akan galakkan juga nanti melalui Pramuka. Dengan memanfaatkan kekuatan Pramuka, program pemerintah ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat, tidak dijadikan ajang untuk bisnis," kata Budi Waseso atau akrab disapa Buwas pada diskusi di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat.

Buwas yang juga sebagai Ketua Kwarnas Pramuka tersebut menjelaskan  RT/RW akan dilibatkan untuk bisa mengakses kebutuhan pangan penerima bantuan di lingkungan setempat melalui aplikasi Panganandotcom. Platform Panganandotcom ini pun sudah bekerja sama dengan e-commerce Shopee, dan akan berkembang pada platform e-commerce lainnya.

Baca juga: Pemerintah siapkan Kartu Sembako untuk 15,6 juta keluarga miskin

Melalui Panganandotcom, Bulog memberikan pilihan 12 paket sembako senilai Rp150.000 per paket, yakni sesuai dengan pagu yang ditetapkan Pemerintah. Setiap paket  terdiri dari bermacam-macam sembako, mulai dari beras, telur, gula pasir dan minyak goreng. Isi paket ini dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.

"12 paket ini saya buat supaya ada kesempatan masyarakat untuk memilih. Kalau kalangan buruh petani misalnya, dia tidak butuh beras, karena biasanya dibayar dengan beras, jadi ada paket yang hanya berupa telur, gula, minyak goreng, tetapi tidak ada berasnya. Ada juga yang satu paket isinya beras saja," kata Buwas.

Setelah kebutuhan pangan didata dan diakses oleh RT/RW, paket tersebut akan diantarkan langsung ke rumah penerima bantuan. Buwas menilai masyarakat tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk mendatangi lokasi pembagian sembako.

Buwas mengaku akan mengusulkan sistem distribusi BPNT ini kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Sosial dan Menteri Dalam Negeri terkait data RT/RW penerima bantuan sosial.

Ia menambahkan sejauh ini belum ada pembicaraan dan koordinasi dengan Menteri Sosial Juliari Batubara, mengingat pembentukan kabinet yang masih baru berjalan beberapa hari.

"Belum (berjalan). Beliau (Menteri Sosial) masih konsentrasi internal dulu karena masih baru. Tapi ini saya mendahului, artinya saya membuat program dulu supaya jelas bicara, sistemnya sudah ada," kata Buwas.
Baca juga: Bank BRI 50 e-warung salurkan BPNT di wilayah timur Indonesia
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

20 ribu ton beras Bulog potensi dibuang karena alih program

Komentar