ACT NTB salurkan bantuan beras untuk santri Indonesia

ACT NTB salurkan bantuan beras untuk santri Indonesia

Tim Relawan ACT NTB menyerahkan bantuan beras kepada para santri Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Dusun Berobot, Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (1/11/2019). ANTARA/HO ACT NTB/am.

Mataram (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap Cabang Nusa Tenggara Barat mulai melaksanakan program penyaluran bantuan dalam Program Beras kepada Santri Indonesia (Berisi) yang digagas untuk membangun peradaban masa depan yang lebih baik.

Penyaluran beras dimulai dari Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Dusun Berobot, Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat.

Relawan ACT menyalurkan sebanyak 500 kilogram beras untuk para santri yang mengenyam pendidikan di pondok pesantren yang sudah berumur hampir delapan tahun dan terletak di atas bukit tersebut.

"Ikhtiar yang kami lakukan merupakan bentuk kepedulian ACT dan para dermawan terhadap kehidupan para santri yang memiliki peran banyak bagi agama dan bangsa Indonesia," kata Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin, yang ikut berjuang menembus perbukitan demi mengantar beras untuk para santri.

Baca juga: Santri di Sidoarjo dapat bantuan beras dari ACT

Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian menambahkan, aksi sosial tersebut merupakan bentuk ikhtiar ACT untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan para santri di pondok pesantren.

Ikhtiar tersebut tidak akan berhenti sampai di sini, tapi akan terus berlanjut ke pesantren-pesantren lainnya.

"Kami juga mengajak para dermawan untuk ikut bersama-sama dalam gerakan Berisi agar mempunyai dampak yang besar kepada para santri dan pondok pesantren," ujarnya.

Baca juga: ACT gulirkan program beras untuk santri

Pembina Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Ustadz Taufiqurahman berharap, program Berisi bisa terus berlanjut ke pondok-pondok pesantren lainya agar bisa membantu meringankan beban santri yang mengalami kendala ekonomi.

"Kami mengucapkan rasa syukur dan menyampaikan terima kasih kepada para dermawan dan ACT," ucap Taufiqurahman.

Pondok Pesantren Nurul Ilmi mengasuh sebanyak 147 orang santri dan memiliki sebanyak 32 orang tenaga pengajar.

Sebagian besar santrinya berasal dari anak-anak sekitar pondok pesantren dan daerah sekitar.

Baca juga: ACT akan distribusikan 100 ton beras untuk 100 pesantren

Pondok pesantren itu mempunyai program unggulan berupa tahfidz Al Quran dan program Dual Bahasa.

Suasana pondok pesantren sangat jauh dari hiruk pikuk keramaian karena letaknya yang relatif jauh dari pusat desa.

Lokasi pondok pesantren yang berada di atas perbukitan menyebabkan para santri dan pengasuh kesulitan air bersih. Mereka terkadang harus turun ke perkampungan di bawah untuk mencari air.

Pewarta: Awaludin
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi tangkap YouTuber Ferdian Paleka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar