Wapres Ma'ruf minta ketidakpuasan susunan Kabinet harap dimaklumi

Wapres Ma'ruf minta ketidakpuasan susunan Kabinet harap dimaklumi

Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, memberikan keterangan pers di Kantor Wakil Presiden, di Jakarta, Jumat (1/11/2019). ANTARA FOTO/Fransiska Ninditya/am.

Jadi, ketidakpuasan pasti ada, karena itu saya kira bisa dimaklumi. Ya itu kan biasa memang itu bagian, ketidakpuasan, saya juga bilang yang tidak puas itu memang banyak
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta pihak-pihak yang tidak puas terhadap penyusunan Kabinet Indonesia Maju untuk maklum karena Presiden Joko Widodo dan dirinya pun sebenarnya juga kurang puas dengan susunan Kabinet saat ini.

"Jadi, ketidakpuasan pasti ada, karena itu saya kira bisa dimaklumi. Ya itu kan biasa memang itu bagian, ketidakpuasan, saya juga bilang yang tidak puas itu memang banyak," kata Wapres Ma'ruf di Kantor Wapres Jakarta, Jumat.

Ketidakpuasan yang dimaksud Wapres tersebut, antara lain terkait kurangnya jatah menteri untuk partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, serta sejumlah menteri yang dinilai kurang kompeten dalam bidangnya.

Baca juga: Ma'ruf Amin katakan larangan bercadar untuk penegakan disiplin

Ma'ruf mengatakan bahwa ketidakpuasan itu bukan hanya muncul dari kalangan masyarakat atau pendukung, tetapi Presiden Jokowi pun juga kurang puas dengan susunan Kabinet Indonesia Maju yang dipilihnya sendiri.

"Pak Jokowi juga tidak puas, saya juga tidak puas, NU tidak puas, Muhammadiyah tidak puas; karena memang belum semua bisa terakomodasi karena memang tempatnya tidak banyak," ujarnya menambahkan.

Meskipun ada posisi wakil menteri, yang dimaksudkan untuk mengakomodasi pihak-pihak pendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019, jumlah kursi tersebut ternyata belum mencukupi keinginan para pendukung.

"Karena tempatnya memang tidak banyak, itu pun sudah ada wakil menteri, jadi sudah ada saluran tapi juga yang tidak tertampung kan masih banyak," tuturnya.

Baca juga: Wapres Ma'ruf pimpin rapat penanggulangan kemiskinan dan "stunting"

Ma'ruf pun berkelakar bahwa posisi menteri dan wakil menteri sudah menjadi takdir bagi tokoh terpilih; sehingga mereka yang tidak terpilih memang belum memiliki "garis tangan" untuk menjadi pembantu Presiden.

"Saya bilang, yang tertampung itu yang ada garis tangannya. Jadi yang tidak ada garis tangannya, tidak masuk; atau mungkin ada garis tangannya tapi hilang (karena) sering nyuci," ucapnya bercanda.

Di Kabinet Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo menentukan 34 menteri dan 12 wakil menteri dari kalangan petahana, politikus, profesional dan relawan yang berhasil menyukseskan kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Beberapa pos kementerian diisi oleh tokoh yang di luar tradisi selama ini, antara lain Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang biasanya dipimpin oleh tokoh agama dari ormas Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama (NU). Presiden Jokowi memilih seorang purnawirawan TNI, Fachrul Razi, untuk menjadi Menag dan satu pengusaha Nadiem Makarim sebagai Mendikbud.

Baca juga: Bamsoet: Menteri adaptasi pola kerja Presiden Jokowi

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ma’ruf Amin: pemerintah prioritaskan 5 aspek Indonesia maju

Komentar