KLB PSSI

Bernhard Limbong, calon ketum PSSI yang tak butuh pemain naturalisasi

Bernhard Limbong, calon ketum PSSI yang tak butuh pemain naturalisasi

Calon ketua umum PSSI periode 2019-2023 Bernhard Limbong. (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA) - Sebagai seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal, Bernhard Limbong terbiasa hidup dengan suasana nasionalisme yang tinggi.

Dalam setiap tindakannya di mana saja, rasa nasionalisme itu selalu berapi-api, termasuk ketika salah satu calon ketua umum PSSI periode 2019-2023 itu menyelami hobinya, yakni sepak bola.

Pria kelahiran Samosir, Sumatera Utara pada 31 Mei 1955 tersebut menilai bahwa tidak perlu menaturalisasi pesepak bola luar negeri untuk mendapatkan skuat tim nasional Indonesia yang kuat.

Baca juga: PSSI: kongres pemilihan Exco 2 November 2019 sah dan legal

Sebab, Bernard selalu yakin bahwa Indonesia tidak kekurangan bakat di lapangan hijau.

“Saya tidak mau menggunakan pemain naturalisasi. Indonesia ini penduduknya lebih dari 260 juta jiwa, kok,” kata pria yang pernah menjadi Ketua Umum Induk Koperasi TNI Angkatan Darat (Inkopad) itu.

Menurut Bernhard, naturalisasi pemain belum menunjukkan dampak positif sampai saat ini. Hal tersebut menjadi bukti bahwa naturalisasi bukan jalan keluar atas paceklik prestasi timnas Indonesia.

Dia pun menawarkan satu solusi, yaitu pemerataan pengembangan pesepak bola muda. Bagi Bernhard, pusat pelatihan pemain-pemain belia tidak boleh lagi didominasi wilayah perkotaan.

Baca juga: Presiden Jokowi tidak mau campuri kongres PSSI

Anggota komite eksekutif (Exco) PSSI tahun 2007-2011 itu bahkan serius ingin membangun pusat sepak bola di Papua.

“Saya ingin membuat Papua menjadi candradimuka sepak bola Indonesia. SDM sepak bola di sana sangat dominan,” kata pria yang pernah bersaing sebagai calon ketua umum PSSI periode 2016-2020.

Jika ingin menjadi juara dunia, Bernhard menegaskan Indonesia harus memiliki banyak lapangan latihan berkualitas bagus.

Selain itu, PSSI tidak bisa dipimpin oleh orang-orang yang berorientasi uang. Jika sikap seperti itu masih dipertahankan, bukan tidak mungkin penangkapan-penangkapan pengurus PSSI seperti di masa kepengurusan 2016-2020 kembali terjadi.

“Sebab, sekali ‘buaya’ tetaplah ‘buaya’,” tutur penanggung jawab tim nasional Indonesia di PSSI era kepemimpinan Djohar Arifin Husin tersebut.

Baca juga: Nigara: debat calon ketum PSSI dibatalkan karena tidak kondusif

Bernhard Limbong menjadi salah satu calon ketua umum PSSI periode 2019-2023 bersama 10 nama lainnya, yakni Arif Wicaksono, Aven Hinelo, Bernhard Limbong, Benny Erwin, Fary Djemi Francis, La Nyalla Mattalitti, Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, Sarman El Hakim, Vijaya Fitriyasa dan Yesayas Oktavianus.

Adapun kongres pemilihan 15 personel komite eksekutif (exco) PSSI 2019-2023, yaitu ketua umum, dua wakil ketua umum dan 12 anggota exco digelar pada 2 November 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iwan Bule laporkan persiapan Piala Dunia U-20 ke Jokowi

Komentar