BPBD Banjarnegara: Dua unit rumah tertimbun tanah longsor

BPBD Banjarnegara: Dua unit rumah tertimbun tanah longsor

Ruman tertimbun longsor di Kampung Taman Sari, Parakancanggah, Banjarnegara (ANTARA/HO/BPBD Banjarnegara)

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menginformasikan bahwa dua unit rumah di Kampung Taman Sari, Parakancanggah, tertimbun tanah longsor akibat jebolnya penahan jaringan irigasi.

"Akibat kejadian tersebut satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya luka-luka," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Arief Rahman, di Banjarnegara, Sabtu.

Dia menjelaskan berdasarkan keterangan masyarakat setempat, pada Jumat (1/11) malam sekitar pukul 23.00 WIB sejumlah warga melihat adanya retakan tanah.

"Retakan tanah tersebut berlokasi di sebelah Timur rumah, rumah yang dimaksud merupakan rumah yang saat ini tertimbun longsor. Selain itu warga juga melihat air dari irigasi merembes dan masuk ke jalan rumah warga," katanya.

Baca juga: Tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara menelan korban jiwa

Dia menambahkan, warga membersihkan dan menutup retakan tanah tersebut.

"Setelah berselang satu jam dari kegiatan pembersihan, beberapa warga mulai pulang ke rumah namun tidak lama kemudian terjadilah longsor dan warga langsung bergerak melakukan evakuasi, dua orang selamat dan satu meninggal dunia," katanya.

Pada saat ini, kata dia, tim gabungan dari BPBD Banjarnegara, TNI, relawan dan lain sebagainya masih berada di lokasi kejadian.

"Tim melakukan pembersihan dan juga pendataan di lokasi kejadian, tim juga melakukan sosialisasi kepada warga agar segera mengungsi jika merasa rumahnya terancam longsor," katanya.

Selain itu, tambah dia, tim gabungan juga melakukan perbaikan sementara pada penahan jaringan irigasi yang jebol guna meminimalisir dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan.

"Kami menambal penahan jaringan irigasi yang jebol menggunakan karung berisi tanah, ini sifatnya hanya sementara dalam keadaan darurat," katanya.

Pihaknya, kata dia, menargetkan perbaikan jaringan penahan irigasi secara permanen akan dapat dilakukan pada Minggu (3/11) esok hari.

"Karena membutuhkan berbagai alat yang cukup banyak maka tidak dapat dilakukan hari ini kami menargetkan perbaikan permanen dapat dimulai besok," katanya.

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Telan delapan korban jiwa, aktivitas tambang di Parigi dihentikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar