KLB PSSI

PSSI pertimbangkan ganti pelatih tim nasional

PSSI pertimbangkan ganti pelatih tim nasional

Ketua Umum PSSI terpilih Mochamad Iriawan memberikan keterangan pers saat jeda Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Pria yang akrab Iwan Bule itu terpilih menjadi ketua umum PSSI untuk periode 2019-2023 setelah meraih 82 suara dari 85 pemilik suara (voter). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PSSI Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan mempertimbangkan untuk mengganti pelatih tim nasional Indonesia yang kini dijabat Simon McMenemy.

"Dalam satu atau dua hari ke depan kami akan menganalisa pelatih mana yang pas untuk timnas kita," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule itu di lokasi kongres luar biasa PSSI, Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu.

Menurut Iwan, PSSI pada hakikatnya menampung semua usulan yang beredar soal pelatih timnas Indonesia, termasuk nama pelatih timnas U-23 Indonesia 2017-2018 yang berasal dari Spanyol Luis Milla.

Baca juga: Kemenpora ingin Iwan Bule segera 'tancap gas' benahi timnas Indonesia

Dia bahkan menyinggung seorang pelatih yang pernah menangani skuat Korea Selatan.

"Mantan pelatih Korea itu cukup bagus. Namun saya belum bisa berbicara sekarang," tutur Iwan.

Meski demikian, pria berusia 57 tahun itu tidak menutup kemungkinan pelatih lokal juga dapat melatih timnas Indonesia.

"Makanya nanti saya melihat si A ini sudah melatih berapa kali, di mana saja, bagaimana prestasinya," kata Kapolda Metro Jaya tahun 2016-2017 tersebut.

Posisi juru taktik berkewarganegaraan Skotlandia Simon McMenemy di timnas Indonesia sedang disorot.

Baca juga: Menerka pelatih timnas Indonesia jika Simon McMenemy didepak

Dikontrak untuk bekerja selama dua tahun sejak awal Januari 2019, Simon belum menunjukkan performa yang bagus pada skuat berjuluk Garuda.

Dari 12 pertandingan bersama timnas yang dilaluinya sejak dikontrak Januari 2019, skuat Garuda kalah lima kali, seri satu kali dan menang enam kali.

Sekilas torehan kemenangan itu terlihat bagus. Akan tetapi, semuanya itu didapatkan dalam pertandingan menghadapi tim yang secara kualitas di bawah Indonesia yaitu Perth Glory, State League 2 All-Stars, Persika, Bhayangkara FC, Myanmar dan Vanuatu.

Sementara kekalahan diderita Indonesia dalam laga-laga penting yaitu pertandingan persahabatan FIFA (takluk 1-4 dari Yordania) dan empat selanjutnya terjadi di Kualifikasi Piala Dunia 2022 yaitu dari Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab (UAE) serta Vietnam. Selain laga kontra UAE, semua pertandingan tersebut berlangsung di Indonesia.

Baca juga: Ratu Tisha akui sudah laporkan evaluasi kinerja McMenemy

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketua PSSI: Timnas U-22 mampu cetak sejarah

Komentar