Liga 1 Indonesia

Pelatih PSS menduga kekalahan timnya dari PSIS karena kelelahan

Pelatih PSS menduga kekalahan timnya dari PSIS karena kelelahan

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro saat jumpa pers seusai laga lanjutan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu malam. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Sleman (ANTARA) - Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro menduga faktor kelelahan menjadi salah satu pemicu para penggawa Super Elang Jawa bisa ditaklukkan PSIS Semarang dengan skor 0-3 pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu.

Seto saat jumpa pers seusai laga menilai faktor kelelahan serta waktu pemulihan yang pendek setelah laga tandang kontra Persebaya pada Selasa (29/10) membuat performa beberapa pemain PSS menurun.

"Ada beberapa pemain yang menurut saya di bawah perform mungkin bisa jadi recovery yang cukup mepet. Tapi kita coba perbaiki," kata Seto.

Baca juga: PSIS Semarang tumbangkan PSS Sleman 3-0

Menurut Seto, sebenarnya pertandingan berlangsung menarik, saling terbuka, dan saling menyerang. Hanya saja, timnya harus belajar bagaimana cara mengantisipasi kecepatan dan cara bermain PSIS Semarang.

"Bagaimana cara bermain mungkin harus lebih detail dan lebih paham. Harapannya, dengan situasi yang capek, saya harus mengarahkan pemain untuk lebih sesuai dengan kondisi fisik," kata dia.

Seto mengaku tidak tahu pasti kejadian sebelum penalti yang menjadi peluang PSIS mencetak gol pertama. Meski demikian, kondosi itu dapat menjadi pembelajaran bagi para pemain.

"Saya tidak tahu pasti kejadiannya. Tapi pembelajaran bagi kami sebelum terjadi penalti itu. ini harus kita beritahukan ke pemain," kata dia.

Saat timnya tertinggal 0-2, Seto mengaku sengaja memasukkan Hari Yudo sehingga formasi menjadi 4-4-2 dengan tujuan meningkatkan varasia serangan meski tetap kebobolan. Menjelang menit-menit akhir laga, formasi dikembalikan seperti semula.

Baca juga: PSS Sleman targetkan curi poin melawan PSIS

"Saya ingin melihat dan memberikan Yudo pengalaman, sekalian melihat bagaimana dia sebagai pemain dari Liga 3, walaupun akhirnya hanya 7 menit. Tapi itu bisa jadi gambaran nantinya," kata dia.

Selain faktor teknis, menurut dia, faktor lain yang membuat PSS selalu kesulitan menang saat laga kandang adalah keinginan pemain yang terlalu besar untuk memenangi pertandingan. "Itu justru jadi beban," kata Seto.

Salah satu pemain PSS, Rangga Muslim berharap permainan PSIS Semarang yang dinilai lebih baik dapat menjadi pembelajaran bagi timnya untuk menghadapi laga selanjutnya.

"Mungkin PSIS Semarang bermain lebih baik dari kami. Ini jadi pembelajaran buat kami agar bisa jadi lebih baik," kata Rangga.

Baca juga: PSIS jamu PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juarai Piala AFF U-22, orangtua kiper U-22 bangga

Komentar