MotoGP

Bupati Loteng sesalkan pernyataan Menpora soal MotoGP Mandalika

Bupati Loteng sesalkan pernyataan Menpora soal MotoGP Mandalika

Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT. (ANTARA/Nur Imansyah).

Menpora ini menteri baru dan bukan pihak yang terlibat langsung dalam hal ini
Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT menyesalkan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali yang menyampaikan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021 bisa saja dipindah ke Jawa Timur karena dinilai sirkuit yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika tersebut belum memperlihatkan tanda-tanda kejelasan.

"Menpora ini menteri baru dan bukan pihak yang terlibat langsung dalam hal ini. Jadi beliau itu belum tahu sebetulnya," kata Suhaili di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Senin.

Ketua DPD Partai Golkar NTB ini, menjelaskan, sudah sejak awal sering menyampaikan bahwa banyak daerah di Indonesia yang menginginkan sirkuit MotoGP ada di daerahnya. Namun, melalui pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan juga Dorna Sports SL selaku pemegang hak siar MotoGP telah memutuskan bahwa penyelenggaraan MotoGP 2021 dilaksanakan di sirkuit Mandalika, Lombok, NTB.

Baca juga: CEO Dorna optimistis MotoGP Mandalika diminati penonton

Baca juga: Sirkuit Mandalika siap dipakai tes pra-musim MotoGP


"Bapak Presiden Jokowi dan Dorna dari Prancis telah menyetujui dan menetapkan lokasi MotoGP di Indonesia yaitu di KEK Mandalika Kuta, Lombok Tengah, NTB. Keputusan Pemerintah RI dan Dorna ini tidak bisa diganggu gugat atau diubah oleh pihak manapun dan siapapun, apalagi oleh Gubernur Jawa Timur dan Menpora," tegas Suhaili.

Karena itu, lanjut Bupati Lombok Tengah dua periode ini, pernyataan MotoGP akan dipindah ke Jawa Timur bukan urusan Menpora atau pun Gubernur Jawa Timur.

"Gubernur Jatim mungkin hanya mengungkapkan keinginannya saja. Sedangkan, Menpora karena belum tahu saja," katanya.

Sebelumnya, di salah satu media di Surabaya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat kunjungan ke Surabaya menyatakan, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah MotoGP 2021 memang akan digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok.

"Sampai sekarang belum jelas. Mandalika selama ini ngaku-ngaku saja, itu," ujarnya, Minggu malam (3/11).

Mantan anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil I Jawa Timur itu pun mengatakan, kalau memang Mandalika belum siap, dan Jawa Timur sudah lebih siap, kejuaraan dunia balap motor itu bisa saja pindah ke Jawa Timur.

Namun, Zainudin Amali justru mengaku mendengar rencana pindah lokasi MotoGP 2021 ini dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Iya, tadi Bu Gubernur, kok, sepertinya akan pindah, ya. Tetapi saya belum berani menyatakan seperti itu. Karena Mandalika juga harus mempersiapkan diri. Tapi, sementara sih diputuskan Mandalika," jelasnya.

Soal apakah Menpora sudah memiliki catatan khusus sehingga menyatakan ada kemungkinan MotoGP pindah ke Jawa Timur, Zainudin Amali mengaku belum ke lokasi sirkuit Mandalika.

"Saya belum ke sana. Saya belum berani berkomentar soal Mandalika. Saya belum berani menyatakan ada pilihan lain. Kita tetap berpikiran Mandalika, tetapi kalau Jawa Timur bisa lebih siap, gitu, bisa juga," ujarnya.

Mengenai lokasi di Jawa Timur yang berpotensi menjadi pengganti Mandalika sebagai lokasi MotoGP 2021, Menpora pun menjawab dengan singkat. "Belum tahu, saya," katanya.

Baca juga: Sirkuit Mandalika bakal rampung 2020, siap diuji coba untuk MotoGP

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Komentar