Warga keluhkan pemasangan kabel bawah tanah di Cikini

Warga keluhkan pemasangan kabel bawah tanah di Cikini

Pemasangan jaringan kabel bawah tanah yang terlihat semrawtmut dan menutupi jalur pejalan kaki di antara Jalan Raden Saleh Raya dan Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Warga mengeluhkan semrawutnya pemasangan jaringan kabel bawah tanah di trotoar Jalan Raden Saleh Raya menuju Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Kesemrawutan itu berakibat tertutupnya 
sebagian jalur trotoar sehingga mengganggu aktivitas pejalan kaki.

Pada Senin pukul 13.30 WIB, jalur trotoar tertutupi oleh beton-beton seharusnya menjadi pembatas antara badan jalan raya dengan jalur pejalan kaki.

Bahkan beton-beton itu memasuki badan jalan raya sehingga pengemudi kendaraan bermotor harus berhati-hati ketika akan berbelok di jalan itu.

"Kalau dibilang ganggu ya ganggu banget, seharusnya kita bisa jalan di situ tapi malah ke pinggir dulu ke jalan raya, kan bahaya," kata salah satu pejalan kaki, Yuli Fitri disela- sela perjalanannya mencari makan siang di daerah tersebut.

Yuli mengharapkan pemerintah atau pihak yang mengerjakan proyek jaringan kabel bawah tanah menyediakan jalur sementara untuk pejalan kaki sehingga pejalan kaki merasa aman saat melintasi jalan itu.

Baca juga: Pohon-pohon di trotoar Cikini ditebang, warga keluhkan panas
Baca juga: PLN duga kabel luka jadi akibat percikan api di trotoar Cikini


Senada dengan Yuli, pejalan kaki lainnya Arif mengatakan keberatan dengan lahan trotoar yang ditutup akibat pemasangan kabel jaringan utilitas bawah tanah yang semrawut.

"Ya itu sih susah saya jalannya, coba liat aja pejalan kaki harus hati- hati sendiri karena takut kesenggol motor,” kata Arif.

Arif mengharapkan proyek pemasangan kabel bawah tanah dikebut pemerintah. Pemerintah DKI harus segera mengembalikan fungsi awal trotoar yang tertutup proyek itu.
Terpasang garis pembatas namun hanya seutas garis sepanjang satu meter di area pemasangan jaringan kabel bawah tanah yang terlihat semrawut dan menutupi jalur pejalan kaki di Jalan Raden Saleh Raya dan Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

Meski ada garis polisi yang melintang namun garis tersebut hanya sepanjang satu meter dan tidak menandai keseluruhan proyek penanaman jaringan kabel bawah tanah.

Jalur sementara untuk pejalan kaki pun tidak dibuat secara khusus oleh kontraktor pembuat saluran jaringan kabel bawah tanah itu.

Cikini merupakan salah satu kawasan di Jakarta Pusat yang termasuk dalam penataan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) DKI Jakarta yang berfokus pada pelebaran trotoar hingga penataan kabel utilitas jaringan bawah tanah.

Secara bertahap pelebaran trotoar dan penanaman kabel utilitas ke bawah tanah sudah dikerjakan oleh Pemrpov DKI Jakarta.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjadi kontraktor yang ditunjuk secara oleh Pemprov DKI Jakarta untuk pembuatan saluran jaringan kabel bawah tanah itu.
Baca juga: Trotoar Cikini masih disalahgunakan sebagai lahan parkir liar
Baca juga: Pemprov DKI siapkan aturan parkir di kawasan Cikini

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov DKI Jakarta akan lanjut tebang pohon-pohon untuk revitalisasi trotoar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar