Liga Italia

Soal pelecehan bernada rasial, pengakuan Balotelli dibantah Juric

Soal pelecehan bernada rasial, pengakuan Balotelli dibantah Juric

Mario Balotelli. (REUTERS/Jean-Paul Pelissier) (REUTERS/Jean-Paul Pelissier/)

Jakarta (ANTARA) - Lagi-lagi Mario Balotelli membuat ulah. Kali ini manajer Verona Ivan Juric menegaskan bahwa mantan striker Liverpool dan Manchester City tidak mendapat cemooh bernada rasialis dari penonton setempat.

Verona menang 2-1 atas Brescia dalam laga lanjutan Liga Italia yang diadakan di Stadion Stadio Marc'Antonio Bentegodi pada Minggu pekan ini.

Laga itu ternyata menyisakan drama karena Balotelli tidak ingin meneruskan bertanding lantaran ia merasa menerima cemooh yang bernada rasialis.

Baca juga: Ibunda nangis bahagia Balotelli pulang kampung ke Italia

Setelah mendengar cemooh bernada rasialis itu, Balotelli sontak bergegas meninggalkan lapangan. Hanya saja, manajer Verona Ivan Juric mengaku bahwa pemain itu tidak menerima perlakuan tidak terpuji tersebut.

Menurut Balotelli, pendukung dan penonton dari Verona menirukan suara yang mirip kera kepadanya. Pengakuan itu lantas dibantah oleh Juric.

Setelah mendengar suara yang mirip kera, Balotelli lantas mengambil bola dan menunjukkan sikap tidak ingin meneruskan pertandingan.

Baca juga: Teken kontrak dengan Brescia, Balotelli pulang kampung

Baca juga: Bermitra dengan Balotelli, Donnarumma merasa terhormat


Rekan sesama tim pun membujuk Balotelli agar bersedia meneruskan pertandingan. Ia menunjukkan sikapnya itu sebagai protes atas perlakuan tidak baik terhadap pemain tersebut.

"Saya tidak khawatir mengatakan segala hal yang terjadi pada Senin petang," kata Juric sebagaimana dikutip dari laman espn.

"Dengan alasan apapun, anda harus bereaksi, terlebih bila memang ada nada rasialis. Hanya saja saya memandang tidak ada masalah, karena memang fans tidak melakukan hal itu."

"Hari ini saya tidak mendengar suara apapun. Kita tidak bisa membuat seakan-akan ada kasus, padahal kenyataannya tidak ada. Itu namanya berbohong," kata Juric.

Pewarta: AA Ariwibowo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar