Wali Kota Palu ajak pemuda lintas agama jaga toleransi antarumat

Wali Kota Palu ajak pemuda lintas agama jaga toleransi antarumat

Sejumlah muda mudi mengenakan siga dan sampolu yakni penutup kepala adat Kaili saat mengikuti kemah lintas agama di Hutan Kota Kaombona Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/11/2019). ANTARA/Mohamad Hamzah.

adat itu bersendikan syariat agama dan syariat agama bersendikan kitab suci
Palu (ANTARA) - Wali Kota Palu Hidayat saat membuka Kemah Pemuda Lintas Agama, mengajak umat beragama di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu agar menjaga nilai-nilai toleransi yang selama ini terbangun dan terawat.

Menurutnya dengan menjaga nilai toleransi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka kerukunan antarumat beragama di Kota Palu akan terjaga dan  tetap harmonis.

"Kegiatan kemah pemuda lintas agama ini hulunya adalah mewujudkan visi dan misi pembangunan Pemerintah Kota Palu yang mana ada tiga nilai berbasis budaya yang ingin kita bangun yaitu nilai kekeluargaan, toleransi, dan kegotongroyongan," katanya pada kegiatan kemah pemuda di Hutan Kota Kaombona Palu, Senin.

Di depan perwakilan pemuda lintas agama dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Palu, Ma'sum Rumi yang hadir ia menyatakan tiga nilai tersebut harus dirawat dan dijaga karena bila tidak, kehidupan antarmanusia akan kacau balau.

"Untuk menjaga nilai-nilai tersebut ada dua hal yang harus kita dorong agar diterapkan yaitu bagaimana adat dengan agama harus tegak. Kalau tidak nilai-nilai tadi akan hilang," lanjutnya.

Hidayat menjelaskan bahwa adat diartikan sebagai aturan yang mengatur tatanan kehidupan manusia baik dari segi perkataan, perilaku dan perbuatan manusia.

"Adat itu bersendikan syariat agama dan syariat agama bersendikan kitab suci. Olehnya adat, agama dan budaya harus kita jaga," ucapnya.
 

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gong dan Monumen perdamaian masih jadi wisata favorit di Kota Palu

Komentar