Azis Syamsuddin diminta tidak perkeruh suasana jelang Munas Golkar

Azis Syamsuddin diminta tidak perkeruh suasana jelang Munas Golkar

Ilustrasi Golkar (ANTARA)

Jakarta (ANTARA) - Fungsionaris DPP Partai Golkar Sirajuddin Abdul Wahab meminta politisi Golkar Azis Syamsuddin tidak memperkeruh suasana menjelang perhelatan Munas Partai Golkar.

Sirajuddin menilai pernyataan Azis Syamsuddin yang menyebut Bambang Soesatyo melanggar komitmen karena tetap berencana maju sebagai calon ketua umum pada Munas 2019, sangat naif.

"Pernyataannya sangat naif. Jangan terlalu membawa perasaan dan seperti orang ketakutan hingga dia mencoba menjustifikasi Bamsoet melanggar komitmen dan akan dilaknat," kata Sirajuddin dalam keterangan pers di Jakarta, Senin.

Baca juga: Bamsoet: Dukungan daerah sangat kuat maju kontestasi Munas Golkar

Sirajuddin menilai pernyataan itu tidak patut dilontarkan. Dia menekankan politik sangat dinamis dan memerlukan kecerdasan serta kematangan mental dalam menjalaninya.

"Biarkan saja kedua tokoh (Airlangga dan Bamsoet) yang menyelesaikan hal-hal apa yang mereka sepakati. Para pendukung, terutama orang-orang seperti Azis, harus tetap menjaga kesejukan yang telah disepakati oleh keduanya, agar tidak memancing reaksi-reaksi dari bawah," ujar dia.

Sirajuddin mengimbau semua pendukung calon ketua umum Golkar membiarkan para calon berkompetisi secara terbuka dan adil.

Dia mengatakan sejak awal Bamsoet sepakat menenangkan situasi internal Golkar untuk menjaga suasana pelantikan presiden tetap kondusif.

"Sikap Bamsoet yang seperti itu sangat negarawan dan dewasa. Ditengah sengitnya persaingan dia tetap memikirkan masa depan partai dan mengutamakan kepentingan bangsa," ujar dia.

Dia mengatakan pada saat itu secara jelas Bamsoet mengatakan mendukung Airlangga Hartarto maju pada Munas bulan Desember. Bamsoet, kata dia, bukan menyatakan mundur dari pencalonan ketua umum Golkar.

"Bamsoet tidak pernah mengatakan mundur, bahkan lebih dulu mendeklarasikan diri untuk menjadi calon ketua umum," tegas dia.

Dia menekankan keputusan maju menjadi calon ketua umum bukan semata-mata kehendak Bamsoet, tetapi juga permintaan dan desakan dari seluruh kader di akar rumput yakni DPD I, DPD II, dan juga tokoh-tokoh Golkar.

"Ini amanah yang tak boleh diabaikan, justru jika Bamsoet tidak maju, hal itu dapat dikategorikan sebagai bentuk pengkhianatan Bamsoet terhadap aspirasi akar rumput partai Golkar," jelas dia.

Baca juga: Politikus Golkar pastikan Bamsoet maju sebagai calon ketua umum

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Airlangga janji akan jadikan Partai Golkar 4.0

Komentar