Potensi wisata alam pedalaman Kotawaringin Timur belum terjamah

Potensi wisata alam pedalaman Kotawaringin Timur belum terjamah

Hardi P Hady (kanan) berfoto dengan latar keindahan desanya yang berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Kawasan Utara menyimpan potensi pariwisata yang luar biasa jika pemerintah daerah mau mengembangkannya. Sayang kalau potensi alam ini tidak dioptimalkan karena berpotensi membantu peningkatan ekonomi masyarakat
Sampit (ANTARA) - Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memiliki potensi sumber daya alam yang sangat bagus untuk dikembangkan menjadi objek wisata, namun saat ini masih banyak potensi yang belum terjamah, khususnya di kawasan pedalaman.

"Kawasan Utara menyimpan potensi pariwisata yang luar biasa jika pemerintah daerah mau mengembangkannya. Sayang kalau potensi alam ini tidak dioptimalkan karena berpotensi membantu peningkatan ekonomi masyarakat," kata Hardi P Hady, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Antang Kalang di Sampit, Selasa.

Pria yang pernah menjabat Kepala Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang ini menyebutkan, kecamatan mereka merupakan salah satu kecamatan di kawasan Utara yang memiliki potensi pariwisata yang cukup banyak.

Selama ini salah satu objek wisata yang sudah banyak dikenal adalah Betang Tumbang Gagu. Rumah khas masyarakat Suku Dayak tersebut dibangun menggunakan kayu ulin dengan sistem tradisional saat itu namun hingga kini masih berdiri kokoh meski sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Selain itu, kata Hardi, masih ada potensi objek wisata lainnya yang sangat menarik untuk dikembangkan seperti beberapa air terjun, danau biru, bahkan ada yang tingginya puluhan meter. Ada pula dinding batu, serta banyak riam dengan pemandangan indah.

Kendala saat ini adalah minimnya infrastruktur menuju ke lokasi-lokasi potensial objek wisata tersebut. Sebagian lokasi tersebut bahkan harus ditempuh melalui jalur sungai.

Masyarakat berharap pemerintah daerah meningkatkan pembangunan infrastruktur di kawasan pedalaman. Selain untuk memperlancar aktivitas masyarakat sehingga pembangunan dan perekonomian meningkat, infrastruktur juga untuk memudahkan wisatawan menuju objek-objek wisata tersebut.

Hardi menyebut, kawasan pedalaman masih minim sentuhan pembangunan. Bahkan seperti Betang Tumbang Gagu, hanya beberapa bupati yang pernah sampai meninjau ke lokasi tersebut.

"Pernah saya ke pemerintah provinsi, saya kaget melihat Betang Tumbang Gagu itu lokasinya ditulis masuk Kabupaten Katingan. Langsung saya protes, akhirnya mereka perbaiki. Mungkin karena aksesnya lebih mudah melalui Katingan sehingga dikira itu masuk wilayah Katingan," kata Hardi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur Fajrurrahman mengatakan, pihaknya terus mendata potensi-potensi wisata yang ada di kabupaten ini. Dia mengakui, masalah infrastruktur masih menjadi kendala utama untuk mengembangkan objek wisata di daerah ini.

"Makanya saya selalu menekankan bahwa pengembangan pariwisata memerlukan komitmen bersama karena menyangkut banyak hal kewenangan lintas sektoral, seperti pembangunan infrastruktur, transportasi, pembinaan masyarakat dan lainnya," kata Fajrurrahman.

Fajrurrahman mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan sektor pariwisata.

"Sektor ini diyakini bisa menjadi sektor andalan baru untuk membantu menopang perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Anjungan Sampit, destinasi wisata peradaban lampau masyarakat Kotim

Baca juga: Pantai Ujung Pandaran Kotim masih menjadi favorit wisatawan

 

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar