Kasus kecurangan "Produce X 101" mulai diajukan ke pengadilan

Kasus kecurangan "Produce X 101" mulai diajukan ke pengadilan

"Produce X 101", ANATARA/Instagram.com/produce_x_101/pri (Instagram.com/produce_x_101)

Jakarta (ANTARA) - Pengadilan Seoul, pada Selasa, memulai peninjauan atas penangkapan seorang produser acara audisi "Produce X 101" dan tiga pejabat agensi hiburan terkait dugaan kasus kecurangan perhitungan suara, demikian laporan Kantor Berita Yonhap.

Sebelumnya, Kepolisian Korea Selatan telah menyelidiki dugaan staf produksi acara itu memanipulasi hasil pemungutan suara berbasis pesan teks. Manipulasi suara itu ditujukan kepada beberapa kontestan ke dalam X1, sebuah grup idola yang terdiri dari 11 finalis dari acara itu.

Selain masalah kecurangan, produser dan ketiga pejabat agensi yang tak disebutkan namanya itu juga dituntut atas penipuan, terkait memanipulasi hasil suara demi menguntungkan finalis tertentu. Produser juga diduga menerima suap sebagai imbalan atas manipulasi itu.

Hasil pemungutan suara pada episode terakhir "Produce X 101" yang disiarkan melalui televisi kabel Mnet pada Juli 2019 itu menjadi sorotan publik di Korea Selatan.

Baca juga: Polisi nyatakan pemungutan suara "Produce X 101" curang

Para penggemar mempertanyakan hasil pemungutan suara acara itu karena beberapa peserta acara yang unggul sepanjang musim tiba-tiba tersingkir dan gagal masuk ke posisi 10 besar.

Sementara, beberapa peserta secara tidak terduga masuk dalam daftar pemenang.

Penggemar yang marah lantas menuduh ada kecurangan dalam penghitungan suara final, merujuk pada pola numerik yang meragukan dalam penghitungan akhir.

Skandal itu berkembang menjadi investigasi yang melibatkan kepala produser program, anggota staf produksi, serta penggerebekan polisi di kantor Mnet, dan lima agensi hiburan termasuk Starship Entertainment yang mewakili dua dari 11 anggota X1.

Baca juga: Polisi geledah agensi K-pop terkait dugaan kecurangan "Produce 101"

Meskipun muncul kontroversi, 11 pemenang terakhir "Produce X 101" melakukan debut mereka sebagai grup idola X1 pada akhir Agustus.

Mnet, yang selama ini tak menanggapi dugaan manipulasi suara itu, meminta maaf secara resmi.

"Kami sekali lagi sangat menyesal kepada pemirsa dan penggemar yang mencintai 'Produce X,' kontestan dan pejabat agensi," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

"Kami akan bekerja sama dengan investigasi dan bertanggung jawab atas area yang kami pertanggungjawabkan sesuai dengan hasil penyelidikan," demikian pernyataan Mnet.

Baca juga: "World Klass", pencarian idola K-Pop terbaru Mnet usai "Produce 101"

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar