Inggris dukung prioritas maritim Jokowi lewat bantuan dana pendidikan

Inggris dukung prioritas maritim Jokowi lewat bantuan dana pendidikan

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins (kiri), bersalaman dengan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud RI, Ismunandar (kanan), usai peluncuran program Skills for Prosperity di Jakarta, Selasa (5/11/2019) (ANTARA/Suwanti)

"Saya rasa Presiden Jokowi menyadari bahwa untuk membangun SDM Indonesia terutama sektor maritim amat penting, dan Inggris mempunyai banyak penawaran yang bisa diberikan dengan pengalaman kemaritiman selama berabad-abad dan pendidikan maritim yang ku
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Inggris mendukung prioritas maritim yang digalakkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode pertama 2014-2019, dengan menjalankan program bertajuk "Skills for Prosperity" berupa pendanaan untuk pendidikan tinggi kejuruan (politeknik) di bidang maritim.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, dalam peluncuran program "Skills for Prosperity" di Jakarta pada Selasa, menyebut bahwa dua prioritas Jokowi yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kemaritiman tercakup dalam program tersebut.

"Saya rasa Presiden Jokowi menyadari bahwa untuk membangun SDM Indonesia terutama sektor maritim amat penting, dan Inggris mempunyai banyak penawaran yang bisa diberikan dengan pengalaman kemaritiman selama berabad-abad dan pendidikan maritim yang kuat," ujar Jenkins.

Dengan penguatan di bidang pendidikan maritim, Jenkins menambahkan, Indonesia sedang membangun SDM dengan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan di masa mendatang sehingga bisa mengandalkan sektor kemaritiman untuk meningkatkan perekonomian.

Program "Skills for Prosperity" dilaksanakan dengan skema kerja sama antarpemerintah yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia.

Baca juga: Perkuat pendidikan kejuruan Indonesia, Inggris kucurkan 8 juta pound

Namun, program itu akan dijalankan langsung untuk institusi-institusi pendidikan tinggi dan industri terkait melalui badan atau organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang ketenagakerjaan, yakni Organisasi Buruh Internasional (ILO).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud RI, Ismunandar menyatakan bahwa politeknik di Indonesia, terutama untuk bidang kemaritiman, masih kurang dari segi jumlah, minat mahasiswa, kualitas pengajar, dan fasilitas.

Dengan kondisi demikian, pemerintah Indonesia menyambut baik program yang telah diproses selama 2,5 tahun belakangan tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kejuruan di bidang kemaritiman, dengan salah satu hal yang disasar adalah ketrampilan mahasiswa.

"Sangat penting bagi lulusan politeknik maritim nantinya untuk mempunyai ketrampilan yang lebih humanis, bisa kreatif, inovatif, empatik, dan punya  kepemimpinan," kata Ismunandar.

Baca juga: Dubes Jenkins sebut Brexit akan tingkatkan hubungan Inggris-Indonesia

Baca juga: RI, Inggris capai SDGs dan saling dukung di PBB

Pewarta: Suwanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Laporan dari Inggris - Pencarian Islam pasangan Inggris-Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar