Polres Metro Jakpus sebut pendaftar SKCK "online" di bawah 10 persen

Polres Metro Jakpus sebut pendaftar SKCK "online" di bawah 10 persen

Pelayanan SKCK di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menyebutkan jumlah pendaftaran Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara daring atau online masih berada di bawah sepuluh persen dari total seluruh pendaftar SKCK.

"Daftar manual masih lebih banyak daripada yang online tapi mulai ada memang. Pengajuan SKCK online kurang dari 10 persen," kata Wakil Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Polisi Imam Robik saat ditemui di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa.

Imam mengatakan, masyarakat terkadang keliru terhadap sistem SKCK online karena merasa tinggal mengambil SKCK tanpa perlu datang ke kantor polisi untuk memenuhi kelengkapan lainnya.

"Padahal SKCK itu pendaftarannya doang yang online. Tapi untuk kelengkapan tetap harus datang," kata Imam.

Kelengkapan yang dimaksud Imam antara lain identifikasi sidik jari yang mengharuskan pemohon SKCK online untuk datang ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Imam mengatakan proses pendaftaran SKCK online mempercepat waktu masyarakat untuk mengisi formulir informasi yang terdiri atas data satuan wilayah, data pribadi, hubungan keluarga, pendidikan, perkara pidana, ciri fisik, lampiran dan keterangan.

Baca juga: Pemprov DKI buka tiga formasi CPNS awal November
Baca juga: BKD: Kuota tenaga pendidikan dominan dalam CPNS 2019


Imam menyebutkan hingga Selasa jumlah masyarakat yang mengajukan pembuatan SKCK di Polres Metro Jakarta Pusat sudah mencapai 150 orang.

Polres Metro Jakarta Pusat sejak dua hari yang lalu sudah dipenuhi oleh masyarakat yang ingin membuat SKCK sebagai prasyarat pendaftaran CPNS 2019 pada 11 November mendatang.

Berdasarkan pantauan ANTARA, masyarakat masih lebih banyak melakukan pendaftaran SKCK secara manual di Polres Metro Jakarta Pusat.

Masyarakat yang memenuhi ruangan pelayanan SKCK sibuk mengisi berbagai data diri yang diperlukan sembari membawa data kelengkapan lainnya seperti fotokopi (salinan) KTP,  KK, akta kelahiran dan pas foto.

Salah satu warga yang melakukan pendaftaran SKCK online merasa sistem tersebut kurang efisien.

"Aku kira tinggal ngambil doang tapi ternyata harus isi identitas diri terus disuruh fotokopi kan ribet ya ngapain online kalau gitu," kata Tania yang mencoba SKCK online untuk prasyarat pendaftaran CPNS 2019.

 

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengurusan SKCK di Malut masih normal

Komentar