Indeks Tedensi Konsumen Bangka Belitung turun 34,71 poin

Indeks Tedensi Konsumen Bangka Belitung turun 34,71 poin

Sebagian konsumen Bangka Belitung berpersepsi bahwa pendapatan mereka pada triwulan III 2019 mengalami penurunan. Kenaikan harga di beberapa komoditi bahan makanan seperti nasi dengan lauk, ikan ikanan, sayuran dan gula pasir berpengaruh terhadap tingkat konsumsi. ANTARA/Aprionis

Kondisi ekonomi menurut persepsi konsumen menurun dibandingkan triwulan sebelumnya
Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat indeks tedensi konsumen (ITK) pada triwulan III 2019 sebesar 99,20 atau mengalami penurunan 34,71 poin dibandingkan triwulan II, karena peningkatan inflasi terhadap konsumsi masyarakat di daerah itu.

"ITK triwulan III 2019 sebesar 99,20. Ini berarti, kondisi ekonomi menurut persepsi konsumen menurun dibandingkan triwulan sebelumnya," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan penurunan ITK ini dipengaruhi oleh persepsi konsumen volume konsumsi, pendapatan kini, dan pengaruh inflasi terhadap konsumsi.

Selain itu, terjadi penurunan pada pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks 97,92 dan kenaikan harga (inflasi) dirasakan memberi pengaruh terhadap pola konsumsi, yang diperlihatkan dengan nilai indeks sebesar 97,30.

"Penurunan pada volume konsumsi masih menunjukan peningkatan tetap tidak begitu signifikan dengan nilai indeks sebesar 104,65," ujarnya.

Menurut dia pada triwulan III tahun ini terdapat perayaan Hari Keagamaan seperti Idul Adha, 1 Muharam, dan Sembahyang Rebut, diduga memicu aktivitas konsumsi masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung.

"Nilai indeks Makanan di triwulan III-2019 masih berada di atas 100, yaitu 109,58. Selain itu, di triwulan ini juga periode dimulainya tahun ajaran baru sehingga ikut memberikan andil terhadap peningkatan volume konsumsi, khususnya kebutuhan sekolah," katanya.

Ia menambahkan meskipun mengalami kenaikan harga, volume konsumsi tetap meningkat signifikan sejalan dengan peningkatan pendapatan yang diterima. Momen puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan adanya pemberian tunjangan hari raya bagi pegawai negeri maupun karyawan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang pada akhirnya mendorong daya beli masyarakat di segala sektor.

"Kondisi yang berbeda terjadi pada triwulan III, meski perayaan Hari Raya Qurban (Idul Adha), 1 Muharam, dan Sembahyang Rebut menyebabkan volume konsumsi cenderung meningkat (indeks 104,65), peningkatan tidak setinggi triwulan sebelumnya," katanya.

Oleh karena itu, sebagian konsumen berpersepsi bahwa pendapatan mereka pada triwulan ini mengalami penurunan. Kenaikan harga di beberapa komoditi bahan makanan seperti nasi dengan lauk, ikan ikanan, sayuran dan gula pasir berpengaruh terhadap tingkat konsumsi.

"Pendapatan yang berkurang dan pengaruh kenaikan harga menjadi dua variabel pemicu utama konsumen merasa pesimis dengan kondisi ekonomi triwulan III-2019 di Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi yang sama juga dialami oleh sebagian provinsi lain di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Babel-Bulog gencarkan pasar murah tekan inflasi
Baca juga: Harga tiket pesawat pemicu terbesar inflasi Babel

Pewarta: Aprionis
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PLN Babel sukses uji coba Pembangkit Listrik Tenaga CPO

Komentar