Boi Akih campurkan musik kontemporer pada konser From and to Infinity

Boi Akih campurkan musik kontemporer pada konser From and to Infinity

(ki-ka) Anis de Jong dan Nel Lekatompessy (grup teater Delta Dua), Niels Brouwers (gitaris Boi Akih), penyair Rudi Fofid, Rence Alfons (konduktor Molucca Bamboowind Orchestra), Monica Akihary (vokalis Boi Akih) dan Ernst Reijseger (selois asal Belanda). ANTARA/Shariva Alaidrus/am.

Ambon (ANTARA) - Gitaris duo jazz Boi Akih, Niels Brouwer mengaku dalam penggarapan komposisi musik untuk konser mereka From and to Infinity di Ambon pada 8 November 2019, dipengaruhi oleh banyak musik kontemporer dunia.

"Saya tidak mau menampilkan musik modern yang biasa di sini. Saya ingin membuat Ambon lebih besar lagi dengan banyak pengaruh oleh berbagai belahan dunia lainnya, maka saya menulis komposisi yang dipengaruhi oleh musik dari Afrika, Amerika, Eropa dan juga jazz," kata Niels Brouwer di Ambon, Rabu.

From and to Infinity merupakan proyek kolaborasi Boi Akih dengan Molucca Bamboowind Orchestra, grup teater Belanda Delta Dua, pemain selo klasik kontemporer Ernst Reijseger dan penyair lokal Rudi Fofid.

Niels mengatakan empat tema besar komposisi pertunjukan, yakni the sea (laut), dry land (tanah kering), the city (kota) dan joy (kegembiraan) merupakan konsep kreatif yang tidak harus musik tradisi, meskipun dimainkan dengan alat musik tradisional.

Selama proses penggarapan konsep untuk penampilan Boi Akih yang dijadwalkan berlangsung di Amphy Theater Kapa Tuni, Ambon pada 8 - 10 November 2019, dirinya membutuhkan lebih banyak waktu dalam menulis komposisi musik yang akan ditampilkan.

Baca juga: Glenn Fredly "hipnotis" warga Ambon

Baca juga: Glenn Fredly tunda konser di Ambon


Ia juga memikirkan akar musik tradisi Maluku saat menulis komposisi untuk konser kolaborasi From and to Infinity, tapi tidak menggunakannya secara langsung, melainkan menjadikannya sebagai inspirasi dalam mengerjakan proyek tersebut.

"Kalau ditanya berapa lama saya menulis komposisi ini, saya menggunakan banyak waktu untuk mengerjakannya, begitu saat mendapatkan inspirasi saya langsung menulisnya hingga rampung empat tema besar komposisi," ucap Niels.

Dikatakannya lagi, meskipun telah beberapa kali tampil bersama Molucca Bamboowind Orchestra, konsep kreatif dalam kolaborasi bersama banyak seniman berbeda aliran di konser From and to Infinity sangat penting dan ide baru baginya.

Karena konser itu tidak hanya soal memadukan pertunjukan musik dan teater, tapi bagaimana mengembangkan musik bagi Molucca Bamboowind Orchestra yang adalah orkes musik tradisi Maluku, dan memberikan pengalaman baru bagi penonton di Ambon untuk merasakan lebih detil rasa dan emosi dari musik yang ditampilkan.

"Sangat penting bagi saya kalau kami bisa menginspirasi para musisi Molucca Bamboowind Orchestra, begitupun sebaliknya, kita bisa membuat apa yang telah kita pikirkan. Penonton bisa merasakan pengalaman yang berbeda, bagaimana rasa dan emosi dari musik yang ditampilkan," ucap Niels.*

Pewarta: Shariva Alaidrus
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar