Rektor IPB: Alumni harus mampu adaptasi kondisi VUCA World

Rektor IPB: Alumni  harus mampu adaptasi kondisi VUCA World

Upacara Wisuda dan Pemberian Ijazah Sekolah Vokasi IPB Tahap II Tahun Akademik 2019/2020 di Kampus IPB Dramaga, Rabu (6/11/2019). ANTARA/HO-IPB University

dengan inspirasi kita dapat terus-menerus membuat orang lain bekerja dan berpikir
Bogor (ANTARA) - Rektor IPB University Prof Dr Arif Satria berpesan kepada lulusan Sekolah Vokasi IPB  agar mampu  beradaptasi dalam menghadapi kondisi VUCA World yakni volatile (bergejolak), uncertain (tidak pasti), complex (kompleks), dan ambigue (ketidakjelasan) saat ini.
​​​
Arif Satria mengatakan hal itu pada 
​pidatonya di Upacara Wisuda dan Pemberian Ijazah Sekolah Vokasi IPB tahap II Tahun Akademik 2019/2020 di Graha Widya Wisuda, di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu.

Upacara Wisuda Sekolah Vokasi IPB tahap II ini diselenggarakan dalam dua hari, pada Selasa dan Rabu (5-6/11), dengan wisudawan sebanyak 1.474 ahli madya Sekolah Vokasi. Sampai hari ini, IPB University telah mewisuda sebanyak 62.535 lulusan.

Menurut Arif Satria, kondisi VUCA ini menuntut setiap orang untuk terus bergerak cepat dalam mengembangkan keterampilan baru yang berorientasi pada masa depan dan berbasis pada revolusi industri 4.0.

Baca juga: Wisudawan terbaik sarjana SB-IPB juga menulis buku "Start (to) Up"
Baca juga: Dewan Pembina Alumni IPB nyatakan beruntung kuliah di IPB


"Setiap orang harus dapat mengubah mindset agar tetap dapat beradaptasi pada perkembangan dunia global yang berjalan cepat," katanya.

Ketidakpastian itu, kata Arif, harus dihadapi dengan bersikap fleksibel dan berkolaborasi dengan orang lain. Begitu pula menghadapi complexity, yakni dengan meningkatkan kemampuan complex problem-solving, data analysis, dan clarity.

Kemudian, ambiguity, menurut dia, perlu diimbangi dengan mengembangkan inovasi-inovasi dan kritis menghadapi situasi yang ada.

"Pesan saya, teruslah menginspirasi. Karena dengan inspirasi kita membuka wawasan orang lain untuk bertindak, dengan inspirasi kita dapat terus-menerus membuat orang lain bekerja dan berpikir," katanya.

Menurut Arif, inspirasi merupakan modal untuk melakukan perubahan. Inovasi-inovasi yang telah dikembangkan IPB University ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika IPB.

"Inspirasi dengan kata-kata itu baik, tapi jauh lebih baik jika inspirasi itu berbasis pada karya. Dengan inspirasi maka orang akan berinovasi yang akan berdampak pada tercapainya kemajuan ekonomi," katanya.

Baca juga: Nina: Media harus ubah paradigma dari manual ke digital
Baca juga: SB-IPB selenggarakan seminar nasional dan pelepasan alumni

Arif menilai, inovasi juga akan berdampak menumbuhkan ekonomi kesejahteraan. Karena itu, Arif berpesan kepada semua lulusan untuk menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

Rektor juga berpesan, agar para lulusan Sekolah Vokasi IPB dapat selalu mencintai orang tua dan almamater.

Menurut Rektor, keberadaan alumni memiliki peran strategis dalam membangun bangsa dan negara sekaligus membangun almamater IPB University, yang merupakan cermin dari pendidikan di IPB.

Alumni IPB yang sudah masuk ke dunia kerja atau profesional, menurut dia, terkenal sangat baik, berprestasi, ulet, dan mau bekerja keras.

"Saya mengharapkan agar alumni IPB dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kerja sama yang telah ada untuk kemajuan almamater. Teruslah menyebarkan semangat sumpah pemuda. Mari bersama kita tunjukkan kebhinekaan yang ada di Kampus IPB University," katanya.

Baca juga: IPB rombak kurikulum selaras dengan Industri 4.0
Baca juga: Menristek ingin IPB ciptakan model bisnis baru sektor pertanian


 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar