BNPB: Hampir seluruh wilayah Indonesia masuki musim pancaroba

BNPB: Hampir seluruh wilayah Indonesia masuki musim pancaroba

Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan hampir seluruh wilayah di Indonesia mulai memasuki musim pancaroba sehingga berpotensi terjadinya cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat.

"Boleh dikatakan hampir seluruh wilayah di Indonesia memasuki musim pancaroba khususnya yang zona di bagian utara," kata Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Mulai dari utara Pulau Sumatera yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, hingga, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara sudah masuk musim hujan.
Baca juga: BNPB ingatkan masyarakat waspadai potensi bencana di musim pancaroba
Baca juga: BNPB: Angin kencang tanda pancaroba


Sementara, daerah lainnya yaitu Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi dan lain sebagainya memasuki musim pancaroba yang perlu diwaspadai.

Memasuki musim pancaroba, berbagai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi yaitu hujan deras disertai badai dan petir, banjir bandang, tanah longsor hingga hujan es.

"Masyarakat perlu mengetahui apa saja potensi yang bisa terjadi akibat dari peralihan musim ini sehingga bisa lebih waspada," katanya.

Ia menambahkan hujan deras yang mengguyur ibu kota pada Selasa malam (5/11), tidak ada menimbulkan banjir. Namun, masyarakat diminta tetap waspada.
Baca juga: Lawan penyakit musim pancaroba lewat bahan empat alami ini

Senada dengan itu, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengatakan peralihan musim kemarau ke musim hujan biasanya ditandai dengan cauca ekstrem, oleh karena itu masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Fenomena ekstrem itu biasanya perubahan cuaca cepat, pagi hingga siang panas terik dan sore tiba-tiba hujan deras disertai petir," kata dia.

Fenomena ekstrem tersebut, ujarnya, kadang berlangsung dalam durasi cukup singkat. Dampaknya dapat berupa hujan deras, banjir, hingga menyebabkan pohon tumbang dan lain sebagainya.
Baca juga: Nelayan diminta waspadai cuaca ekstrem saat musim pancaroba
Baca juga: Risma imbau warga Surabaya waspadai musim pancaroba

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BNPB sebut biaya penanganan karhutla 2019 capai 3,2 T

Komentar