Smart Tyrender karya mahasiswa UMM sabet medali perunggu di Jerman

Smart Tyrender karya mahasiswa UMM sabet medali perunggu di Jerman

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Haryo Widya Darmawan (kiri) menjawab pertanyaan dari dewan juri dalam ajang iENA International Trade Fair Ideas Inventions New Products 2019 di Messe N├╝rnberg, Jerman, belum lama ini. (ANTARA/HO/UMM)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Inovasi baru berupa alat penurun temperatur ban mobil pengangkut barang yang diberi nama Smart Tyrender karya mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Haryo Widya Darmawan, kembali menyabet medali perunggu di ajang di iENA International Trade Fair Ideas Inventions New Products 2019 di Messe Nürnberg, Jerman.

Tak sia-sia saat penilaian, karya Haryo itu mendapat pujian dari para juri yang berasal dari berbagai elemen, mulai dari para engineer hingga dunia industri.

Smart Tyrender benar-benar dapat menghemat pengeluaran perusahaan terkait suku cadang dan periode penggantian ban. "Beberapa pengusaha Jerman yang memiliki usaha pengangkutan barang di Indonesia tertarik dan ingin mendiskusikan karya saya lebih lanjut ke depan," kata mahasiswa asal Ujung Pandang setiba di malang dari Jerman, Rabu.

Tyrender yang dipamerkan saat di Seoul International Invention Fair Korea Selatan beberapa waktu lalu juga menuai pujian dari berbagai kalangan. Pencapaiannya di Korea Selatan itu membawa Haryo lebih bersemangat mengikuti kontes yang lebih tinggi.

Haryo menyempurnakan Tyrender dengan menambahkan fitur pembaca temperatur lingkungan. Dengan fitur tersebut, mahasiswa Teknik Mesin ini menyematkan kata smart pada gagasannya, sehingga saat di Jerman, alat ini bertransformasi menjadi Smart Tyrender.

Baca juga: Alat penurun suhu ban UMM raih medali di Korea

Baca juga: UMM bertekad pertahankan juara KJI dan KGBI di Jakarta


Smart Tyrender secara otomatis akan menyemprotkan air ketika temperatur ban melebihi ambang batas suhu maksimal. Dengan demikian, usia ban dapat berumur lebih lama.

"Smart Tyrender memiliki fitur unggul berupa penyesuaian kecepatan kendaraan, manajemen daya yang cerdas dan pasokan, bobot kendaraan serta perubahan iklim yang bekerja secara otomatis," tutur Haryo.

Di iENA 2019 ini, merupakan kali pertama bagi Haryo menginjakkan kakinya di negeri seribu inovasi teknologi itu.

Selama persiapan menuju iENA 2019 di Jerman, Haryo dibimbing langsung oleh dosennya, Moh Jufri. Bersamanya, Haryo mengaplikasikan berbagai fitur baru yang hendak diterapkan dalam Smart Tyrendernya.

Haryo mengaku penghargaan yang diperoleh harus dibayar dengan usaha yang gigih. Ia mengurangi waktu tidur demi mengulik lebih dalam Smart Tyrender besutannya. Kedisiplinan yang tinggi juga menjadi salah satu kunci bagi anak pasangan Agus Purwanto dan Dwi Astuti ini.

Sebelumnya Smart Tyrender karya Haryo juga meraih medali perunggu dan Special Award of Association Polish Inventors and Rationalizers di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018 Korea Selatan.*

Baca juga: Cegah kanker nasofaring dengan resep "kacang mete" ala mahasiswa UMM

Baca juga: Akademisi nyatakan perlu ada reformasi birokrasi bidang pendidikan

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aa Gym imbau jaga keberkahan Ramadhan dari soal politik

Komentar