IHSG melemah dipicu saham keuangan dan infrastruktur

IHSG melemah dipicu saham keuangan dan infrastruktur

Aktivitas di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/10/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.

IHSG ditutup melemah cukup signifikan dengan sektor keuangan dan infrastruktur menjadi kontributor pelemahan IHSG
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup melemah dipicu saham sektor keuangan dan infrastruktur.

IHSG ditutup melemah 46,60 poin atau 0,74 persen ke posisi 6.217,54. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 11,75 poin atau 1,18 persen menjadi 988,01.

"IHSG ditutup melemah cukup signifikan dengan sektor keuangan dan infrastruktur menjadi kontributor pelemahan IHSG," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, salah satu faktor yang menahan pergerakan IHSG yakni data penjualan ritel Indonesia pada September 2019 yang mengalami kontraksi ke posisi 0,7 persen dari 1,1 persen di periode sebelumnya secara tahunan.

Baca juga: IHSG Rabu menguat terbatas di tengah minimnya katalis positif

Selain itu, lanjut dia, investor asing yang melakukan lepas saham menambah tekanan bagi IHSG. Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih atau foreign net sell sebesar Rp322,80 miliar pada Rabu ini.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan ruang bagi IHSG untuk kembali bergerak ke area positif masih cukup terbuka seiring masih stabilnya perekonomian nasional.

"Fundamental perekonomian kita masih stabil dan cukup kuat, investor masih akan melirik aset-aset investasi di dalam negeri," katanya.

Ia menambahkan, data cadangan devisa periode Oktober yang sedianya akan dirilis besok (Kamis, 7/11) disinyalir masih dalam kondisi terjaga sehingga menjadi pemicu bagi investor untuk melakukan aksi beli.

Baca juga: IHSG Rabu pagi dibuka menguat 9,76 poin

Berdasarkan data BI, Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2019 sebesar 124,3 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

Sementara itu, tercatat frekuensi perdagangan saham di BEI sebanyak 564.151 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,56 miliar lembar saham senilai Rp9,37 triliun. Sebanyak 134 saham naik, 284 saham menurun, dan 136 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 51,80 poin (0,22 persen) ke 23,303,80, indeks Hang Seng menguat 5,19 poin (0,02 persen) ke 27.688,60, dan indeks Straits Times menguat 14,06 poin (0,43 persen) ke posisi 3.262,69.

Baca juga: IHSG menguat ditopang data pertumbuhan ekonomi nasional

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Tutup IHSG Tertinggi Dalam Sejarah

Komentar