Pengurangan pemakaian sampah plastik gencar disosialisasikan di Baubau

Pengurangan pemakaian sampah plastik gencar disosialisasikan di Baubau

Wali Kota Baubau, AS Tamrin (ketiga kiri) dan Wakil Wali Kota La Ode Ahmad Monianse (keempat kiri) pada kegiatan senam pagi sehubungan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI dan program pengurangan sampah plastik tahun 2019, di lapangan Lembah Hijau Baubau, Minggu. (FOTO ANTARA/Yusran)

Kami di setiap kegiatan internal seperti rapat-rapat, kemasan yang sekali pakai selalu kami hindari. Jadi untuk konsumsi kami menggunakan wadah yang bukan sekali pakai
Baubau (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, gencar menyosialisasikan pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai di masyarakat sebagai upaya lebih mewujudkan kebersihan dan keindahan.

“Jadi dalam setiap sosialisasi pengurangan sampah plastik kami selalu mengimbau juga ketika mengunjungi sekolah-sekolah. Para siswa ketika datang ke sekolah sudah membawa wadah yang bukan sekali pakai seperti tempat minum dari botol dan wadah kotak makanan,” kata Sekretaris DLH Baubau, Siti Sarsinah, di Baubau, Rabu.

Ia mengatakan pentingnya pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai karena diketahui bersama sampah tersebut memang sangat susah terurai, sehingga harus terus disosialisasikan.

“Kami di setiap kegiatan internal seperti rapat-rapat, kemasan yang sekali pakai selalu kami hindari. Jadi untuk konsumsi kami menggunakan wadah yang bukan sekali pakai,” katanya.

Meskipun, kata dia, sebagian besar masyarakat kelurahan sudah memahami bagaimana cara mengurangi sampah plastik, namum selaku pemerintah pihaknya harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai itu.

“Secara umum juga ada yang belum memahami, sehingga kami selalu melakukan sosialisasi. Apalagi kan ada program Adiwiyata dan Adipura,” katanya.

Ia mengatakan, sesuai instruksi Wali Kota Nomor 37 tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kemasan sampah plastik sekali pakai di Baubau, juga merujuk pemerintah pusat yang telah mencanangkan pengurangan sampah plastik.

“Kalau sanksi sampai saat ini belum ada. Tapi saya kira masyarakat sudah megetahui bahwa yang namanya limbah dari plastik susah terurai. Itu memerlukan waktu yang cukup lama,” katanya.

Masyarakat juga terus diimbau untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai sebagai upaya untuk mewujudkan Baubau yang bersih dan nyaman, demikian Siti Sarsinah.

Baca juga: RT-RW di Baubau-Sultra dilibatkan tarik retribusi sampah

Baca juga: Laut dan pantai di Baubau dibersihkan ratusan warga

Baca juga: Kendari ubah warna armada sampah jadi hijau

Pewarta: Abdul Azis Senong
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

400 pohon natal limbah bekas di Papua raih rekor MURI

Komentar