3.000 anggota Senkom Mitra Polri ikuti pelatihan Bela Negara

3.000 anggota Senkom Mitra Polri ikuti pelatihan Bela Negara

Anggota Senkom Mitra Polri usai upacara di Jakarta Timur. ANTARA/HO-Senkom Mitra Polri

Jakarta (ANTARA) - Sekitar 3.000 anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri perwakilan dari 34 provinsi dari seluruh Indonesia mengikuti pendidikan bela negara, di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (6/11).

Kegiatan Bela Negara Senkom Mitra Polri ini digelar bersamaan dengan Milad ke-15 organisasi yang berada di lingkungan Ormas Islam LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), dan sekaligus Diklatnas Kamtibmas dan Bela Negara.

Kegiatan ini dibuka dengan upacara yang dipimpin Kepala Koordinator Bimbingan Masyarakat Baharkam Mabes Polri Irjen Pol Widiarso Herry Wibowo. Upacara tersebut juga dihadiri juga Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Karno Hadi.

Dalam upacara tersebut Herry menjelaskan dirinya menyambut baik kegiatan Bela Negara Senkom Mitra Polri, karena selama ini Senkom senantiasa membantu Polri dalam menjaga Kamtibmas.

Menurut dia, pendidikan bela negara ini sangat penting apalagi pasca Pemilu 2019 yang memang harus diakui masih menyisakan polarisasi di tengah masyarakat.

Baca juga: Pembumian Pancasila, anak TK disiapkan jadi Satria Bela Negara

Baca juga: Kemhan sosialisasikan bela negara kepada siswa SMA di perbatasan

Baca juga: Nora Ryamizard: Pelestarian seni budaya wujud bela negara


"Pendidikan bela negara ini dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia, sehingga mereka memiliki kepekaan dan kepedulian serta wawasan dalam Bela Negara," ujar Harry.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi mengharapkan peserta Diklatnas ini dapat meningkatkan kemampuan, peran, dan kemitraan anggotanya secara profesional dan bertanggung jawab.

"Rasa cinta Tanah Air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga diharapkan dapat meningkat," ucap Katno.

Dia menilai banyak dinamika yang dihadapi oleh Senkom Mitra Polri. Sebut saja gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), perselisihan atau konflik sosial, bencana, dan berbagai ancaman gangguan lain terhadap masyarakat, serta Hankamnas.

Oleh karena itu anggota Senkom harus menjadi penengah yang baik bagi masyarakat dan menjadi komponen cadangan fungsional yang dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam mensukseskan program-program pemerintah di berbagai bidang.

"Sehingga di dalam melaksanakan kegiatan dan program kelembagaan semakin diterima di tengah masyarakat untuk diaplikasikan di tempat masing-masing,” ujarnya.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siswa asal Sulsel perdalam wawasan kebangsaan di Kodam XVII Cenderawasih

Komentar