"Saribu Galeh" kopi gratis untuk pengunjung TdS

"Saribu Galeh" kopi gratis untuk pengunjung TdS

Seorang pelaku kopi di Solok Selatan menyeduh kopi untuk disuguhkan kepada masyarakat yang datang ke lokasi finisĀ TdS etape VI di RTH Padang Aro, Kamis. (Antara Sumbar/Erik IA)

Kopi gratis yang disuguhkan yaitu jenis robusta dan arabika dengan melibatkan 11 pelaku usaha kopi di Solok Selatan.
Padang Aro, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, bekerja sama dengan pelaku usaha kopi setempat menyediakan "Saribu Galeh" atau seribu gelas kopi gratis untuk para pengunjung di lokasi finis Tour de Singkarak (TdS) etape VI.

"Seribu gelas kopi gratis ini untuk memperkenalkan kopi Solok Selatan kepada masyarakat lokal supaya mereka tidak lagi mengonsumsi kopi dari luar," kata Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solok Selatan, Azizah Mutia di Padang Aro, Kamis.

Menurut dia, semakin banyak masyarakat yang mencicipi kopi Solok Selatan,  mereka tahu rasa dan nikmatnya kopi lokal.

Kopi Solok Selatan katanya, sudah banyak digunakan berbagai kafe di Indonesia, tetapi masyarakat lokal justru banyak yang tidak tahu.

"Bahkan pelaku usaha kopi ada juga yang mendapat tawaran dari luar negeri," katanya.

Baca juga: Wagub : Tour de Singkarak tidak boleh terhenti

Kopi gratis yang disuguhkan yaitu jenis robusta dan arabika dengan melibatkan 11 pelaku usaha kopi di Solok Selatan.

Ketua Asosiasi Kopi Minang Sumbar, Attila Mijidi Dt Sibungsu mengatakan seribu gelas kopi ini untuk memperkenalkan kopi Solok Selatan kepada masyarakat.

Di lokasi seribu gelas kopi katanya, juga diperlihatkan bagaimana cara menyeduh kopi, sebab beda cara seduhnya beda pula rasa dan aromanya.

"Kopi yang disuguhkan di lokasi finis TdS langsung diseduh di tempat," ujarnya.

Pembagian kopi gratis dilakukan sejak pukul 09.00 Wib sampai dengan pukul 14.00 Wib atau saat finis TdS.

Baca juga: Pebalap hadapi tantangan etape terpanjang Tour de Singkarak 2019

Dalam kegiatan ini ada 11 usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dari 18 UMKM yang ada di Solok Selatan.

Dia menambahkan, asosiasi kopi juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara mengolah kopi mulai dari petik sehingga nilai jualnya meningkat.

"Selama ini petani mengolah kopi secara asalan, dan kami ajari mereka bagaimana cara pengolahan yang baik sehingga nilai jualnya naik," ujarnya.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

1000 gelas kopi gratis di Hari Kopi Dunia

Komentar