Pertumbuhan ekonomi 5,02 persen cukup baik di tengah volatilitas

Pertumbuhan ekonomi 5,02 persen cukup baik di tengah volatilitas

Dokumentasi - Warga melihat aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (24/9/2019). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd/pri.

banyak negara ekonominya sedang terpuruk
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan ketiga 2019 yang berada di level 5,02 persen cukup baik di tengah tingginya volatilitas global.

"Volatilitas global masih sangat tinggi, banyak negara ekonominya sedang terpuruk. Pertumbuhan lima persen cukup baik di tengah kondisi internasional yang kurang baik," ujar Suahasil Nazara di Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan pertumbuhan ekonomi nasional masih lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain seperti China yang hanya enam persen, merosot dari kisaran 10 persen pada tiga tahun sebelumnya, dan Singapura yang hanya mencatatkan pertumbuhan 0,1 persen.

Baca juga: Bank Indonesia nilai krisis global pengaruhi pertumbuhan ekonomi RI

Ia menambahkan perkembangan ekonomi negara-negara dunia itu salah satunya terpengaruh oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China, serta kebuntuan Brexit (penarikan Inggris dari Uni Eropa).

Di tengah situasi global saat ini, lanjut dia, arah kebijakan pemerintah masih fokus pada strategi menjaga stabilitas dan penguatan fundamental ekonomi domestik.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh kegiatan konsumsi, investasi, dan belanja negara," katanya.

Dalam rangka menjaga ekonomi nasional tetap tumbuh, Suahasil menyampaikan pemerintah akan melakukan efisiensi dengan mengalokasikan anggaran sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga: Wamenkeu: Pertumbuhan 5,02 persen beri optimisme kinerja ekonomi

Sebelumnya, Suahasil Nazara memastikan bahwa pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini melalui pelaksanaan instrumen fiskal yaitu pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan penggunaan APBN untuk mengelola perekonomian, ia meyakini kegiatan ekonomi yang didukung efektivitas belanja pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja, menekan tingkat kesenjangan dan mengurangi angka kemiskinan.

"Konstruksi dari APBN, kita upayakan agar bersifat counter cyclical, jadi ketika perekonomian menunjukkan perlemahan, maka APBN harus berikan dukungan," kata mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal ini.

Baca juga: Wamenkeu proyeksikan pertumbuhan akhir 2019 kisaran 5,05-5,06 persen

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wamenkeu Ingatkan Agar BPJS Berhemat

Komentar