MRI-ACT berbagi beras untuk santri hingga pelosok Sulsel

MRI-ACT berbagi beras untuk santri hingga pelosok Sulsel

Tim MRI-ACT Sulsel bersama para santri Pondok Pesantren Darul Istiqamah Towuti, Luwu Timur usai distribusi beras 1 ton. ANTARA/ACT Sulsel

Lokasi pesantren ini letaknya di pelosok dan jauh dari jalan raya. Untuk sampai ke pesantren dibutuhkan perjuangan panjang karena harus menyeberangi danau
Makassar (ANTARA) - Lembaga filantropi Masyarakat Relawan Indonesia dan Aksi Cepat Tanggap (MRI ACT) Sulawesi Selatan terus menebar kebaikan dengan menyalurkan bantuan berupa beras kepada para santri hingga ke pelosok provinsi itu.

Koordinator tim ACT MRI Sulsel Nur Ali Akbar di Makassar, Kamis, menyampaikan bahwa program bantuan ini merupakan tahap awal dari bentuk kepedulian ACT terhadap dunia pesantren.

Baca juga: ACT-MRI salurkan air bersih untuk warga Lombok Barat

"Kita berharap ini adalah langkah awal untuk berbagi kepedulian terhadap pesantren-pesantren khususnya yang terpencil atau pelosok agar pembinaan terhadap santri selaku generasi penerus perjuangan Islam bisa terus berlanjut," ujarnya.

Nur Ali mengatakan distribusi bantuan beras bagi para santri ini dilakukan setelah ACT menerima bantuan donasi dari para dermawan dan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: ACT Bali distribusikan air bersih di Karangasem-Bangli-Buleleng

Selain memberikan bantuan beras, tim ACT MRI juga berkesempatan berbagi motivasi bersama segenap santri dan pembina pondok, shalat berjamaah dan menikmati jamuan sederhana ala pesantren yang nikmat dan penuh berkah.

"Para santri ini adalah pejuang-pejuang Islam yang sedang menempuh pendidikan keagamaan di pesantren-pesantren. Donasi para dermawan kami salurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Baca juga: ACT-MRI se-Jatim galang bantuan korban asap

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Towuti Ustadz Anwar Ismail Lc menyambut hangat segenap tim relawan MRI-ACT.

Secara gotong royong, bantuan beras sejumlah satu ton diangkut oleh relawan, para santri dan pembina sejauh 500 meter dari titik pemberhentian kendaraan.

"Lokasi pesantren ini letaknya di pelosok dan jauh dari jalan raya. Untuk sampai ke pesantren dibutuhkan perjuangan panjang karena harus menyeberangi danau," katanya.

Ia mengatakan bantuan beras bagi para santri ini sangat membantu kelangsungan akvitas pembinaan di pesantren. Apalagi sebagian besar dari santri ini disubsidi penuh oleh pesantren.

"Jazakallah khair kepada tim ACT dan segenap dermawan atas bantuannya. Semoga para dermawan dan relawan diberikan kesehatan dan keberkahan dari Allah SWT," ucap Ustadz Anwar.
 

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar