BRI Syariah dorong pembiayaan syariah segmen ritel

BRI Syariah dorong pembiayaan syariah segmen ritel

Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah Kokok Alun Akbar (kedua kiri) didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo (kiri) dan Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur Harmanta (kanan) menyerahkan secara simbolik pembiayaan modal kerja kepada KSPPS BMT UGT Sidogiri Abdul Majid (kedua kanan) saat seremonial Business Matching Festival Ekonomi Syariah 2019 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/11/2019). BRI Syariah menyalurkan pembiayaan modal kerja kepada BMT UGT Sidogiri serta menyalurkan KUR Syariah kepada pelaku usaha syariah sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan industri halal nasional dan pertumbuhan bisnis UMKM halal di Indonesia khususnya di Jawa Timur. (Antara Jatim/Moch Asim/zk.)

Surabaya (ANTARA) - BRI Syariah terus mendorong pembiayaan syariah di segmen ritel, karena berharap halal value chain di Indonesia akan terus tumbuh.

"Lewat pembiayaan syariah, kami berharap halal value chain di Indonesia akan terus tumbuh. Dan Alhamdulillah, di segmen ritel dan kemitraan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan BRI Syariah pada triwulan III 2019," kata Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah, Kokok Alun Akbar di Surabaya, Kamis.

Kokok dalam acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2019 mengatakan, dorongan itu dilakukan melalui menyalurkan pembiayaan kepada koperasi syariah dan UMKM.

Baca juga: HijrahFest Palu 2019, cara BRIsyariah dukung komunitas Muslim muda

"Penyaluran ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan industri halal nasional," katanya.

Sementara pada acara Fesyar 2019 diserahkan secara simbolis pembiayaan dari BRI Syariah kepada Koperasi Baitul Maal Wat Tamwil Usaha Gabungan Terpadu (BMT UGT) Sidogiri.

Koperasi yang dikelola alumni Pondok Pesantren Sidogiri ini banyak membantu pedagang sembako, petani, peternak, pengrajin di Jawa Timur.

"Koperasi BMT UGT Sidogiri sudah dikenal lama dan turut membantu pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Kami memberikan pembiayaan modal kerja kepada koperasi agar lebih banyak lagi anggota koperasi yang mendapatkan pembiayaan syariah," ujarnya.

Baca juga: BRI Syariah gandeng perusahaan pembayaran digital Paytren

Kokok mengatakan, potensi pembiayaan pada BMT UGT Sidogiri sangat besar, dan menjelang akhir tahun 2019 ada rencana untuk penambahan fasilitas pembiayaan hingga Rp100 miliar.

Selain BMT UGT Sidogiri, kata dia, BRI Syariah juga memberikan pembiayaan modal kerja kepada Koperasi Pesantren (Kopontren) Sidogiri yang memiliki toko ritel berjaringan di daerah dan memproduksi air minum kemasan.

"Dalam Fesyar 2019 ini, BRI Syariah juga menyalurkan KUR syariah kepada pengusaha hijab dan kuliner halal di Jawa Timur. KUR syariah ini diharapkan dapat mengembangkan bisnis UMKM halal," katanya.

Sementara secara umum, pada tahun 2019 BRI Syariah mendapat kuota KUR sebesar Rp1,5 triliun dan penyalurannya hingga triwulan III 2019 telah mencapai lebih dari 75 persen.

Pembiayaan mikro pada September 2019 menunjukkan tren pertumbuhan positif meningkat sebesar 6,86 persen dalam tiga bulan terahir dibandingan bulan Juni 2019.

Secara keseluruhan, pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah pada triwulan III 2019 menunjukkan tren positif, tumbuh 6,47 persen dibanding posisi Juni 2019.

Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen ritel dan kemitraan (18,03 persen), konsumer (11,82 persen) dan mikro (6,86 persen).

Pembiayaan di segmen ritel sebagai pendorong utama pertumbuhan pembiayaan di triwulan III 2019 didominasi pembiayaan modal kerja yang di bulan September berhasil tumbuh sebesar 30,75 persen dibanding posisi Juni 2019.



 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Busana muslimah batik pukau pengunjung Fesyar 2019

Komentar