62 gardu listrik di Jakarta ditinggikan untuk antisipasi guyuran hujan

62 gardu listrik di Jakarta ditinggikan untuk antisipasi guyuran hujan

General Manager PLN Disjaya atau Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, M Ikhsan Asaad, ditemui di Gedung PLN UID Jakarta Raya, Kamis (7/11/2019). (Antara/Ricky Prayoga)

Kami telah mempersiapkan sejumlah mitigasi risiko keamanan kelistrikan
Jakarta (ANTARA) - PLN Disjaya atau Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, bersiaga untuk menjaga keamanan kelistrikan di wilayah Jakarta, salah satunya dengan pemeliharaan 189 gardu dan meninggikan 62 gardu listrik hingga dua meter di daerah rawan banjir.

General Manager PLN Disjaya, M Ikhsan Asaad, di Jakarta, Kamis, mengatakan peninggian 62 gardu tersebut dari muka tanah setinggi 1,5 hingga dua meter, merupakan bagian dari langkah preventif berdasarkan mitigasi risiko keamanan kelistrikan di Jakarta.

 Menurut data BPBD, lanjut dia, ada 17 kecamatan 25 kelurahan dan 86 RW rawan terendam banjir.

Baca juga: Warga tersengat listrik di Cilincing bukan karena kabel PLN

"Kami telah mempersiapkan sejumlah mitigasi risiko keamanan kelistrikan dengan beberapa upaya preventif yang dilakukan, antara lain melakukan pemeliharaan terhadap 189 gardu distribusi yang memasok rumah pompa di tempat-tempat penting dan meninggikan 62 gardu distribusi di daerah rawan banjir," kata Ikhsan.

Selain itu, Ikhsan juga mengatakan tindakan preventif lainnya adalah melakukan inspeksi dan pemeliharaan terhadap kabel tegangan rendah untuk segera dilakukan perbaikan apabila terjadi anomali, terutama di lokasi yang sering digunakan untuk berteduh pada saat hujan.

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan PLN Disjaya juga melengkapi rumah pompa yang telah dilengkapi dengan Automatic Change Over (ACO) untuk antisipasi apabila pasokan utama ke rumah pompa mengalami gangguan.

Baca juga: PLN ajak berbagai pihak lakukan mitigasi bencana banjir di Jakarta

"Dengan begitu, maka pasokan listriknya akan otomatis berpindah ke pasokan cadangan sehingga rumah pompa akan tetap bisa beroperasi sebagaimana mestinya," ucapnya.

Selain itu PLN juga menyiapkan tim Detasemen Layanan Khusus 123 (Denyansus 123), posko siaga, ruang Disaster Recover Center, serta koordinasi dengan instansi terkait.

Ikhsan juga meminta masyarakat memaklumi jika nantinya ketika hujan mengguyur hingga banjir, terjadi pemadaman karena alasan tertentu seperti jika gardu distribusi terendam, rumah pelanggan terendam, rumah pelanggan dan gardu distribusi terendam, atau jika Gardu Induk terendam.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah perlu diperbanyak

"Hal ini kami lakukan demi keselamatan masyarakat bersama. Kami pun terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam langkah-langkah mitigasi pada musim hujan ini," ujar Ikhsan Asaad.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian BPBD Jakarta, Basuki Rakhmat, juga menjelaskan bahwa curah hujan akan mulai meningkat pada Desember.

"Curah hujan akan meningkat pada dasarian kedua Desember 2019 dan berisiko menimbulkan banjir di Jakarta," tuturnya.

Baca juga: Pohon tumbang timpa rumah dan kabel listrik di Jaktim

Selain itu, PLN Disjaya juga turut menyiapkan perlengkapan lain yang relevan dengan bencana banjir, seperti perahu karet, bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam membentuk Juru Pemantau Listrik (Jumantrik) di tingkat kelurahan.

"Keberadaan Jumantrik diharap membantu masyarakat dalam mengetahui kelayakan instalasi listrik di rumah sehingga keamanan masyarakat juga semakin terjamin," kata Ikhsan menambahkan.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grab tanggapi polemik keselamatan skuter listrik

Komentar