SEA Games 2019

Tampil di 9 kelas, pencak silat targetkan empat emas SEA Games

Tampil di 9 kelas, pencak silat targetkan empat emas SEA Games

Sejumlah atlet Pelatnas pencak silat Indonesia tengah berlatih jelang kompetisi olahraga SEA Games 2019 Filipina di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (28/10/2019) (Tim Humas Kemenpora)

Jakarta (ANTARA) - Tim nasional pencak silat yang akan tampil di sembilan kelas menargetkan dapat merebut empat medali emas pada ajang multieven SEA Games 2019 Filipina pada November hingga Desember mendatang.

Jumlah nomor yang diikuti ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan Asian Games 2018, ketika Indonesia turun di 16 kelas dan berhasil panen medali. Kondisi ini bisa dibilang merugikan, sebab ada beberapa nomor unggulan Indonesia seperti kelas A putra dan putri justru tidak dipertandingkan.

Pelatih Kepala Pencak Silat Indro Catur mengakui bahwa perbedaan jumlah nomor ini membuat peluang Indonesia untuk kembali memborong medali bakal lebih sulit.

Baca juga: Menpora berharap pencak silat jadi penyumbang medali emas SEA Games

"Mudah-mudahan target yang kita berikan ke pemerintah sih 3 sampai 4 emas. Tidak seluruh nomor dipertandingkan," kata Indro di Jakarta saat dikonfirmasi Kamis.

Target medali emas itu diharapkan dapat diperoleh dari nomor tanding, beregu putra, dan seni.

Sementara peraih medali emas Asian Games 2018 di Kelas C putra Hanifan Yudani Kusumah, dikatakan Indro akan cukup sulit bisa mengulang prestasinya, sebab dia akan tampil di kelas D putra yang memiliki peta kekuatan sama rata dari setiap negara.

Baca juga: Pencak silat bakal jadi lumbung medali Indonesia

"Untuk kelas D itu ramai dan sengit. Hanifan bagus, Vietnam bagus, kemudian Thailand juga bagus. Kalau kelas A putri kita yang paling bagus," katanya.

Sebagai persiapan menjelang SEA Games, timnas Indonesia telah mengikuti beberapa laga uji coba seperti di Belgia, Korea Selatan, Thailand, dan tes even di Filipina.

Dari tes even itu, Indro mengungkapkan tim Merah Putih yang turun di delapan kelas sukses membawa lima medali emas dari kategori tanding dan seni.

Sebanyak sembilan pesilat putra dan tiga putri yang merupakan kombinasi dari atlet senior dan junior akan bertanding pada pesta olahraga dua tahunan itu.

Baca juga: Kemenpora jamin pencak silat dipertandingkan di PON Papua

Baca juga: Ribuan pesilat dari seluruh dunia akan berkumpul di Yogyakarta


Meski komposisi atlet didominasi oleh atlet junior, Indro menyatakan bahwa kesempatan tim pencak silat Indonesia untuk menjadi juara umum masih terbuka lebar.

"Jadi, meski komposisinya atlet muda, peluang untuk juara umum terbuka lebar meski kita gak main di kandang," ujarnya.

Sebelumnya, cabang olahraga pencak silat sukses mendominasi pada Asian Games 2018. Dari 16 kelas yang dipertandingkan, kontingen Merah Putih merebut 14 medali emas dan 1 perunggu.

Sementara pada SEA Games 2017 Malaysia, pencak silat hanya menyumbangkan 2 emas, 4 perak, dan 9 perunggu dari 20 kelas yang dipertandingkan.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menjaga kelestarian budaya melalui parade pencak silat

Komentar